Sunday, June 6, 2021

LAPORAN AKTUALISASI NILAI - NILAI DASAR PNS RADIOLOGI TERAMPIL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT (BAB I)

Assalamualaikum WR. WB


    Hai sobat sekalian, dalam menempuh kegiatan latsar CPNS setiap instansi atau badan pengembangan sumber daya manusia atau badan kepegawaian pengembangan sumber daya manusia kota/provinsi tentunnya akan melaksanakan kegiatan LATSAR (pelatihan dasar) bagi CPNS harus membuat laporan aktualisasi, di sini saya akan memberikan sedikit ringkasan penyusunan laporan aktualisasi bagi petugas radiografer/radiologi dari BAB I sampai selesai...cekkidot...

 BAB I

PENDAHULUAN




1.1. Latar Belakang

    Aktualisasi nilai dasar ASN adalah kegiatan di tempat kerja dimana  peserta Pelatihan Dasar PNS berupaya menerapkan nilai-nilai dasar PNS dalam unjuk kerjanya. Jadi, aktualisasi nilai dasar PNS adalah kelanjutan dari tahapan internalisasi nilai dasar di kelas, setiap peserta menampilkan perilaku kerja yang dimuati dengan nilai-nilai dasar PNS. Jika diibaratkan dengan masakan, maka nilai-nilai dasar PNS itu adalah bumbu-bumbu yang akan membuat makanan terasa enak.

    Organisasi tempat terlaksananya aktualisasi penulisa adalah Rumah Sakit Umum Daerah dalam jabatan radiografer. Unit kerja penulis adalah instalasi radiologi; dengan demikian organisasi penulis adalah Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, sedangkan tempat aktualisasi penulis adalah adalah instalasi radiologi; di ruang radiologi inilah penulis sebagai peserta berkontribusi terhadap proses kerja yang ada di ruang radiologi tersebut.

    Kata “proses kerja” dan “kontribusi” perlu penulis garis bawahi untuk memberi batasan dari kerja yang dilakukan peserta, yakni membantu proses kerja yang ada di instalasi itu tetapi bukan sebagai figur yang bertanggung jawab terhadap hasil kerja, karena tanggung jawab hasil kerja adalah pada penanggung jawab unit kerja atau instalasi, yakni kepala ruangan. Dengan demikian, kegiatan penulis sebagai pegawai pemula hanyalah sebatas membantu apa saja yang diminta kerjakan oleh atasan; semua kerja yang dilakukan penulis dalam rangka berkontribusi itu dalam konteks Rancangan Aktualisasi ini dinamakan dengan kegiatan.

    Terkait dengan kata “proses kerja” sebagaimana yang dikemukakan di atas, maka yang ditunggu dari penulis adalah cara bagaimana sikap dan perilaku penulis terhadap “kerja-kerja” membantu proses kerja yang ada di ruang kerja dimana penulis/peserta ditempatkan. Karena itu, aspek yang dinilai dari sikap dan perilaku kerjanya, apakah sudah “sarat nilai dasar PNS” atau belum; atau sejauh mana keterampilan peserta mewarnai kerjanya dengan nilai-nilai yang telah diajarkan di kelas. 

    Dengan demikian, untuk dapat melaksanakan aktualisasi dengan bermakna, setiap peserta harus menghayati eksistensi dan fungsi organisasi-nya masing-masing dalam upaya mencapai tujuan bernegara (perlindungan, kesejahteraan serta pencerdasan bangsa) di daerahnya masing-masing. Spirit organisasi ini biasanya tergambar dalam visi, misi dan nilai organisasi. Karena itulah di dalam matriks analisis kegiatan, setiap kegiatan yang dilakukan peserta harus dikaitkan dengan kontribusinya pada pencapaian visi dan misi organisasi serta penguatan nilai organisasi.

    Kesadaran penulis akan eksistensi dan fungsi organisasinya (muatan agenda I) dan diperkuat oleh agenda III (kedudukan dan peran PNS) khususnya materi Pelayanan Publik yang harus berstandar; maka starting point Rancangan Aktualisasi yang penulis angkat adalah isu pelayanan yang terjadi di ruang radiologi yang belum memenuhi standar pelayanan radiologi. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan yang penulis ajukan di matriks Rancangan Aktualisasi adalah kegiatan-kegiatan untuk membantu proses kerja agar sesuai dengan standar pelayanan.

    Kegiatan-kegiatan yang penulis lakukan bisa jadi atas arahan atasan maupun inisiatif  dari penulis sebagai peserta. Agar dapat dilihat ektualisasi nilai dasar dalam pelaksanaan kegiatan itu, maka penulis merinci setiap kegiatan yang penulis lakukan menjadi tahapan-tahapan yang rinci sehingga dalam setiap rincian tahapan akan tampak perilaku kerja penulis yang momot nilai dasar PNS. 

    Dengan demikian, dari 6 kolom yang ada dalam matriks Rancangan Aktualisasi memiliki keterkaitan yang erat antar agenda pembelajaran; Agenda I terkait dengan organisasi dan unit kerja; Agenda III berperan dalam pengangkatan isu dan kegiatan serta tahapan kegiatan; dan Agenda II terkait dengan nilai-nilai dasar yang teraktualisasi dalam tahapan-tahapan kegiatan. Setelah semua hal itu tergambar, maka peserta Pelatihan Dasar Golongan II diminta untuk menganalisis dampak jika kegiatan-kegiatan yang diajukannya tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. 

1.2. Tujuan dan Manfaat
1.2.1. Tujuan Aktualisasi

     Kegiatan aktualisasi (di tempat kerja) sebagai kelanjutan dari internalisasi (materi klasikal) bertujuan untuk mencapai taraf habituasi nilai-nilai dasar ASN sehingga menjadi karakter yang melekat kuat dalam diri aparatur yang berfungsi utama sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat dan perekat eksistensi bangsa dan negara. Dengan aktualisasi ini akan terlihat siapa peserta yang mampu menghayati dan menyerap nilai-nilai dan dan mengamalkannya (aktualisasi) dalam konteks tugasnya masing-masing. 

1.2.2. Manfaat Aktualisasi 

Manfaat yang diharapkan dari aktualisasi ini adalah:
1) Bagi peserta Latsar
    Sebagai media pembelajaran untuk membentuk sikap dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN sehingga calon ASN dapat menjadi ASN yang professional, inovatif, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai- nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2) Bagiorganisasi
    Rancangan aktualisasi ini merupakan gagasan dan ide di dalam pemecahan masalah yang akan direalisasikan pada unit kerja. Sehingga pelaksanaan ide dan gagasan ini diharapkan akan memberikan manfaat perbaikan pada unit kerja.

1.3. Ruang Lingkup
    Pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini akan dimulai dari tanggal 13 April s.d  26 Mei 2021. Dalam kurun waktu tersebut, calon Pegawai Negeri Sipil akan melakukan penerapan nilai-nilai dasar ASN yang tertuang dalam ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,  Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi) di lingkungan kerja peserta. PNS merupakan   bagian dari ASN yang memiliki peranan yang penting dalam menjalankan kebijakan publik yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Terimakasih
semoga bermanfaat.....




Wednesday, June 2, 2021

BAGIAN UTAMA YANG HARUS ADA DALAM KARYA TULIS ILMIAH ATAU SKRIPSI DAN TESIS

Assalamualaikum WR. WB

    Hai sobat sekalian, dalam menyelesaikan perkuliahan tentunya harus melakukan penelitian, bisa  disebut  dengan KTI, Skripsi atau Tesis. di sini saya akan membagi sedikit pengalaman atau ilmu  dalam penyusunan proposal KTI atau Skripsi agar disetujui oleh dosen pembimbing.



    Dalam kelengkapan penyusunan penelitian bagian utama yang wajib ada yaitu seperti; Kover, Abstrak, Halaman Persetujuan Pembimbing, Halaman Persetujuan Penguji, Halaman Riwayat Penulis, Kata Pengantar, Halaman Pesembahan, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar dan Daftar Lampiran.

1. Bagian Awal

    Bagian Awal terdiri dari kover (halaman judul luar atau sampul), halaman judul dalam, abstral, lembar persetujuan, lembar pengesahan tim penguji, biodata penulis, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar singkatan, daftar gambar dan daftar lampiran.

2. Kover    

    Kover atau sampul luar merupakan kulit luar Karya Tulis Ilmiah atau skripsi, terbuat dari bahan kertas tebal berbahan karton tebal dan dilapisi selubung plastik transparan berwarna biru dongker sesuai warna logo kampus atau fakultas. Huruf-huruf pada sampul dicetak timbul dengan huruf cetak besar dengan komposisi huruf dan letak diatur simetris, serasi dan rapi.

3. Halaman Judul Dalam

    Tulisan pada halaman judul dalam sama dengan sampul dicetak pada kerta HVS putih dengan huruf besar.

4. Abstrak

    Abstrak merupakan uraian singkat yang berisi pokok pikiran yang terdapat pada naskah karya tulis ilmiah atau skripsi yang terdiri dari beberapa paragraf pendek (tidak lebih dari satu halaman atau 200 sampai 250 kata). Untuk keseragaman abstrak karya tulis ilmiah atau skripsi terdiri dari empat paragraf, yaitu sebagai berikut ;

  • Paragraf pertama mencakup uraian tentang permasalahan penelitian dan justifikasinya (biasanya mencakup uraian singkat alasan pemilihan permasalahan, mengapa masalah tersebut dipilih untuk diteliti), juga berisi tentang tujuan dan manfaat penelitian.
  • Paragraf kedua mencakup metodelogi penelitian yang digunakan, biasanya terdiri dari jenis penelitian, populasi dan sampel, lokasi penelitian, teknis pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan analisa data
  • Paragraf ketiga mencakup hasil-hasil penelitian yang penting dan hanya diuraikan secara ringkas saja, yang harus diingat bahwa tidak semua hasil penelitian perlu dicantumkan dalam abstrak
  • Paragraf keempat berisikan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran yang dianggap penting untuk disampaikan.
    Yang perlu dicatat bahwa hal-hal yang tidak tercakup dalam penulisan karya tulis ilmiah atau skripsi tidak boleh dimasukan dalam abstrak.

5. Halaman Persetujuan Pembimbing
    Pernyataan persetujuan pembimbing diketik di tengah-tengah yang berisi keterangan-keterangan yang ditentukan oleh akademik

6. Halaman Pengesahan Penguji
    Halaman pengesahan adalah merupakan pernyataan final bahwa karya tulis ilmuah (KTI) atau Skripsi telah dipertahankan di depan tim penguji yang ditanda tangani oleh penguji, dosen pembimbing dan Direktur setelah ujian seminar atau sidang selesai.

7. Halaman Riwayat Hidup Penulis
    Dalam Bagian Ini berisikan selain nama, tempat tanggal lahir, riwayat pendidikan dan lain-lain yang dianggap perlu

8. Kata Pengantar
    Pada Halaman ini memuat ucapan terimakasih penulis kepada pihak-pihak tertentu yang telah membantunya selama penulisan atau pendidikan, misalnya Direktur Fakultas/Akademi, pembimbing, para dosen, orang tua, sahabat dan lain-lain. 

9. Halaman Persembahan
    Halaman ini diperuntukan bagi mereka yang ingin mempersembahkan karyanya kepada orang tertentu atau diisi dengan kata-kata mutiara, cuplikan do'a atau semboyan, motto yang diinginkan penulis.

10. Daftar Isi
    Semua judul bab , sub bab disusun dalam suatu daftar secara vertikal. Semua judul bab diketik dengan huruf besar, sedangkan sub bab anak sub bab dan rinciannya hanya huruf awal yang diketik huruf besar.
    Pada daftar isi dimasukan halaman-halaman Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Singkatan, Daftar Lampiran dalam angka romawi kecil diikuti dengan rincian bab-bab bagian utama karya tulis ilmiah (KTI) atau skripsi dan diakhiri dengan Daftar pustaka dan Lampiran.

11. Daftar Tabel dan Gambar
    Daftar tabel ini bertujuan memberikan petunjuk kepada pembaca agar dapat dengan cepat mengetahui tabel yang terdapat dalam karya tulis ilmiah (KTI) atau Skripsi tersebut berikut letak halamannya. Penomoran tabel dapat disesuaikan dengan letaknya di dalam bab. Contoh: tabel 2 dari bab 3 dituliskan sebagai tabel 3.2 disusul dengan judul tabel, demikian juga gambar.

12. Daftar Lampiran
    Daftar lampiran ini bertujuan memberikan petunjuk kepada pembaca agar dapat dengan cepat mengetahui lampiran-lampiran yang terdapat dalam karya tulis ilmuah (KTI) atau skripsi tersebut. Penomoran lampiran tersebut dapat disesuaikan dengan letaknya didalam KTI, misalnya Lampiran 1, Lampiran 2, Lampiran 3, Lampiran 4, Lampiran 5 dan seterusnya. 

Terimak kasih....
Semoga Bermanfaat...









Tuesday, June 1, 2021

CARA MEMBUAT BAB IV METODOLOGI PENELITIAN DALAM PENYUSUNAN KTI/SKRIPSI YANG BAIK DAN BENAR

Assalamualaikum WR. WB

    Hai sobat sekalian, dalam menyelesaikan perkuliahan tentunya harus melakukan penelitian, bisa  disebut  dengan KTI, Skripsi atau Tesis. di sini saya akan membagi sedikit pengalaman atau ilmu  dalam penyusunan proposal KTI atau Skripsi agar disetujui oleh dosen pembimbing.



BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

    Dalam BAB Metodologi Penelitian yang merupakan BAB 4 dalam penyusunan karya tulis ilmiah (KTI) atau Skripsi, menjelaskan beberapa hal pokok, yaitu

1) Jenis Rancangan

    Contoh cara membuat jenis rancangan penelitian seperti dibawah ini;

    Penelitian bersifat deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional untuk melihat faktor - faktor yang berhubungan dengan kebersihan dan sanitasi pada pekerja di pabrik roti di desa Ceurih Kecamatan Delima Kabupaten Pidie Tahun 2019. Jenis penelitian ini untuk mempelajari bagian kolerasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, Dengan cara pendekatan, atau observasi data pada suatu tertentu.

2) Populasi dan Sampel (termasuk cara pengambilan sampel)

    Contoh cara membuat populasi penelitian seperti di bawah ini;

    Populasi  padapenelitianiniadalahsemuapekerjasebanyak 34 orang di Pabrik Roti Simas Didesa Ceurih Kecamatan Delima Kabupaten Pidie Tahun 2019. 

    Contoh cara membuat sampel penelitian seperti di bawah ini;

    Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah seluruh total populasi di pabrik roti simas desa ceurih kecamatan delima kabupaten pidie yaitu 34 orang.

3) Jenis Data

    Jenis data biasanya terdiri dari data sekunder dan data primer misalkan;

    Contoh cara membuat Data Primer dan Data Sekunder penelitian seperti di bawah ini;

    Data primer merupakan sumber-sumber dasar yang terdiri dari bukti-bukti atau saksi utama dari kejadian objek yang diamati dan gejala yang terjadi di lapangan atau data primer yang berasal dari sumber asli atau pertama. Primer data penelitian ini adalah kuesioner kepada responden.

    Data sekunder adalah data yang didapat pada sumber referensi bisa juga pada buku yang  berhubungan  dengan  judul penelitian. Data ini juga dapat diperoleh dari Puskesmas Delima dan pabrik roti.

4) Lokasi dan Waktu Penelitian

    Contoh cara membuat Lokasi dan waktu penelitian seperti di bawah ini;

    Lokasi

    Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Roti Desa Ceurih Kecamatan Delima Kabupaten Pidie.

    Waktu

    Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2018 sampai 03 Januari 2019

5) Cara Pengumpulan Data

    Contoh cara belajar data penelitian seperti di bawah ini;

    - Mengedit

Mengedit adalah memeriksa data yang telah dikumpulkan, baik itu fakta yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner maupun laporan lain untuk melihat kelengkapan data identitas responden

    - Pengkodean

Pengkodean dilakukan untuk memudahkan pengolahan dengan cara memberikan kode jawaban hasil penelitian guna memudahkan proses pengelompokan dan pengolahan data

    - Tabulasi

Tabulasi adalah penyusunan data yang rupa dengan mudah dapat dijumlahkan, disusun dan ditata untuk dibuat dan dianalisis berdasarkan jawaban hasil penelitian dan jumlahkan dengan teliti dan teratur pada tabel. 

6) Cara pengolahan Data 

7) Penyajian Data

    Data disajikan dalam bentuk frekuensi dan dibuat dalam bentuk tabel dan narasi .

8) Analisa Data

    Contoh cara membuat Analisis data penelitian seperti di bawah ini;

    - Analisa Bivariat

    Analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis yang diolah dengan komputer menggunakan rumus SPSS versi 20, untuk menentukan hubungan antara variabel independen dengan tergantung melalui uji Chi-SquareTest    

    - Analisa Univariat

    Analisis data Univariat digunakan agar dapat melihat distribusi frekwensi  atau melihat variabel yang diteliti, baik itu variabel dependen ataupun variabel independen. Untuk bisa mengukur variabel kebersihan dan sanitasi, sikap, pendidikan, masa kerja, fasilitas sanitasi dan APD.

Semoga bermanfaat...

Baca Juga:  98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru

Baca Juga: Contoh Format Penulisan Kata Pengantar Karya Tulis Ilmiah (KTI / SKRIPSI) Terbaru

Baca Juga: FORMAT PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN TERBARU (Karya tulis Ilmiah dan Skripsi)

Baca Juga: FORMAT PENGETIKAN PROPOSAL DAN KTI UNTUK AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN

Baca Juga: CARA MEMBUAT BAB I PENDAHULUAN (LATAR BELAKANG ) DALAM PENYUSUNAN KTI/SKRIPSI YANG BAIK DAN BENAR

Baca Juga: CARA PENULISAN BAB II TINJAUAN PUSTAKA PADA PENELITIAN KTI/SKRIPSI

Baca Juga: CARA MEMBUAT BAB III KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL DAN VARIABEL DALAM PENYUSUNAN KTI/SKRIPSI YANG BAIK DAN BENAR

Monday, May 31, 2021

CARA MEMBUAT BAB III KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL DAN VARIABEL DALAM PENYUSUNAN KTI/SKRIPSI YANG BAIK DAN BENAR

assalamualaikum WR. WB

    Tahukan sobat dalam menyelesaikan perkuliahan tentunya harus melakukan penelitian, bisa disebut dengan KTI (karya tulis ilmiah), Skripsi atau Tesis. di sini saya akan membagi sedikit pengalaman atau ilmu dalam penyusunan proposal KTI atau Skripsi agar mudah di setujui oleh dosen pembimbing.



1. Kerangka Konsep

    Setelah peneliti menyusun kerangka teoritis, selanjutnya peneliti sesuai keingginan dan spesifik permasalahan yang ditemukan, melakukan penyusunan kerangka konsep penelitian. Kerangka konsep ini bisa diambil secara keseluruhan, sebagai atau dimodifikasi dari salah satu atau beberapa kerangka teoritis yang ada. Kerangka konsep penelitian harus mengambarkan keterkaitan antara variabel penelitian atau kerangka konsep tersebut memberikan kejelasan hubungan antara konsep-konsep yang ingin diukur melalui penelitian yang dilakukan. Jadi dalam kerangka konsep dijelaskan secara rinci pendekatan pemecahan masalah atau model yang digunakan dalam penelitian ini. kerangka konsep terdiri dari, model skematis dan penjelasanya variabel yang diteliti dan penjelasan hubungan antara variabel.

Contoh Kerangka Konsep Dalam Penelitian


2. Definisi Operasional

    Definisi operasional menjelaskan tentang definisi suatu variabel dengan cara memberikan arti atau menspesifikan kegiatan sesuai keinginan penelitian (memberikan operasional yang diperlukan untuk masing-masing variabel penelitian). Sebaliknya agar lebih mudah untuk di baca definisi operasional dibuat dalam bentuk tabel seperti contoh dibawah ini:



3. Variabel Penelitian dan Cara Pengukurannnya

    Untuk mengukur konsep maka harus melalui operasional variabel-variabel. Variabel adalah sesuatu yang bervariasi atau suatu simbol yang diberikan harga atau nilai. Misalnya kualitas air, memenuhi kriteria variabel karena mempunyai variasi nilai yaitu memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat.

    Variabek biasanya terdiri dari variabel dependen (variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi atau variabel akibat), dan variabel independen (variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi atau variabel sebab). Namun ada juga variabeel lain yang dikenal dengan variabel anatar, variabel pengganggu dan variabel pra kondisi. Variabel ini juga dapat mempengaruhi variabel dependen. Untuk itu perlu menjadi perhatian dan semaksimal mungkin pengaruhnya perlu dikendalikan agar perubahan yang terjadi pada variabel dependen semata-mata akibat pengaruh dependen. Untukreview masing-masing variabel maka calon peneliti diharapkan membuka kembali materi perkuliahan metodologi Penelitian sehingga pemilihan variabel penelitian benar-benar sesuai pedoman ilmiah yang berlaku.

    Pengukuran variabel penelitian bervariasi anatar variabel-variabel tersebut, ada variabel yang diukur hanya dengan satu pertanyaan (pertanyaan tunggal) dan ada juga variabel yang merupakan gabungan dari beberapa pertanyaan (variabel komposit).

    Beberapa contoh variabel dan cara pengukurannya; Variabel pemanfaatan kelambu, kategorinya terdiri dari dimanfaatkan (Kode 1) yaitu apabila kelambu dimanfaatkan; sedangkan kategori tidak dimanfaatkan (kode 0), yaitu apabila kelambu tidak dimanfaatkan.

    Variabel pendidikan responden, dikategorikan tinggi (kode 1) bila responden telah menamatkan pendidikan minimal tingkat SLTP, sedangkan dikategorikan rendah (kode 0) bila paling tinggi hanya tamat SD. Hasilnya diperoleh dari jawaban kuesioner pertanyaan nomor......(lihat dikuesiner).

    Variabel kondisi rumah, diukur dengan mengamati keadaan fisik rumah yang berhubungan dengan masuknya nyamuk penularan malaria. Dikategorikan Kedap nyamuk (kode 1) bila ventilasi, jendela, dinding dan langit-langit rumah tidak dapat dimasuki nyamuk (insect proof); sedangkan kategori tidak kedap nyamuk (kode 0) bila kondisi fisik rumah dapat dimasuki nyamuk.

    Variabel pengetahuan biasanya merupakan variabel gabungan dari beberapa pertanyaan kuesioner. Tentukan nilai masing-masing item pertanyaan dan kemudian kumulatifkanlah untuk menyimpulkan pengetahuan responden.

semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat sekalian,, apabila ada kekeliruan bisa hubungi penulis dan tingalkan komentar

Baca Juga :CARA PENULISAN BAB II TINJAUAN PUSTAKA PADA PENELITIAN KTI/SKRIPSI

Baca Juga :CARA MEMBUAT BAB I PENDAHULUAN (LATAR BELAKANG ) DALAM PENYUSUNAN KTI/SKRIPSI YANG BAIK DAN BENAR