Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Tuesday, February 4, 2025

Soal dan Jawaban Sumber, fungsi, karakteristik, siklus dan peranan air bagi kehidupan

 Soal dan Jawaban Sumber, fungsi, karakteristik, siklus dan peranan air bagi kehidupan

TUGAS NAILA ZAFIRA (2313451005)


SOAL

Apa saja peranan air bagi kehidupan manusia  ?                                                                                  

Jawaban :

Air memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia, di antaranya:

  • Kebutuhan sehari-hari: Air digunakan untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. 
  • Kebutuhan sehari-hari: Air digunakan untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. 
  • Membuang sisa metabolisme: Air membantu tubuh membuang sisa metabolisme melalui pernafasan, urin, dan buang air besar.
  • Menjaga tulang tetap sehat: Air mengandung kalsium yang baik untuk tulang.
  • Perdagangan: Air berperan dalam meningkatkan perdagangan dan memperlancar ekonomi. 


SOAL

Sebutkan mengapa air bersih sangat di butuhkan oleh kehidupan manusia ?

Jawaban:

Air bersih sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya karena memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  • Untuk kesehatan: Air bersih dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, seperti menjaga pencernaan, sirkulasi, dan ginjal. Air juga membantu melumasi sendi-sendi, memberikan energi pada otot, dan mengendalikan asupan kalori tubuh.
  • Untuk kehidupan sehari-hari: Air bersih digunakan untuk minum, memasak, mandi, dan lain-lain. 
  • Untuk lingkungan: Air bersih penting untuk konservasi keanekaragaman hayati laut. Lautan yang tercemar dapat menyebabkan zona mati, yaitu daerah dengan kadar oksigen yang sangat rendah sehingga kehidupan laut tidak dapat bertahan hidup. 


SOAL

Apa saja fungsi air bagi tumbuan ?

Jawaban :

Air memiliki banyak fungsi bagi tumbuhan, di antaranya: 

  • Fotosintesis: Air ialah komponen utama fotosintesis, proses  di mana tanaman menghasilkan nutrisinya sendiri. Air digunakan bersama-sama dengan karbon dioksida dan sinar matahari untuk menghasilkan glukosa dan oksigen
  • Penyerapan nutrisi: Air dapat melarutkan nutrisi dan mineral penting dalam tanah dan membawanya ke akar tanaman untuk diserap.
  • Pendinginan: Air dapat membantu unuk dapat mengatur suhu sebuah tanaman dengan menguap dari dedaunan dan eingga menyerap suatu energi panas.
  • Tekanan turgor: Air dapat membantu mempertahankan tekanan sebuah turgor pada sel tumbuhan, yaitu tekanan yang akan diberikan dinding sel pada isi sel tersebut.


SOAL  

Apa dampak jika manusia kekurangan akses terhadap air bersih?

Jawaban:

Kurangnya akses terhadap air bersih dapat berdampak pada berbagai hal, di antaranya:

• Penyakit

Kurangnya akses air bersih dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seperti diare, kolera, disentri, hepatitis A, tifus, dan polio. 

• kekurangan gizi

Kurangnya akses air bersih dapat memperburuk kekurangan gizi dan terhambatnya pertumbuhan anak. 

• kekurangan gizi

Kurangnya akses air bersih dapat memperburuk kekurangan gizi dan terhambatnya pertumbuhan anak. 


SOAL

Apa peran utama air dalam proses metabolisme tubuh manusia?

Jawaban:

Air berih dapat berperan dalam membentuk sebah sel dan cairan tubuh, dan juga sebagai pelarut.


SOAL

Bagaimana air mempengaruhi kualitas tanah?

Jawaban:

Air dapat memengaruhi kualitas tanah dalam beberapa cara, yaitu:

  • Pelapukan tanah: Air dapat membantu proses pelapukan tanah, sehingga tanah yang sering hujan cenderung lebih lapuk. 
  • Media untuk penyerapan nutrisi: Air tanah merupakan salah satu media untuk tanaman menyerap nutrisi.
  • Penjaga suhu tanaman: Air berperan dalam menjaga suhu tanaman. 


Monday, February 3, 2025

Soal dan Jawaban Tentang Pemasangan jaringan perpipaan dan pompa air dari mata air, sumur gali dan penampungan air hujan

Soal dan Jawaban Tentang Pemasangan jaringan perpipaan dan pompa air dari mata air, sumur gali dan penampungan air hujan

Nama    : T Faizil Akmal 

Nim       : 2313451002

Mk        : Penyediaan Air Bersih 



SOAL

Apa saja pengujian dan pemeliharaan jaringan perpipaan (Ade)

JAWABAN

Pengujinya seperti pengujian tekanan, pengujian kebocoran, pengujian korosi, dan pengujian kualitas air. Tahap pemeliharaannya seperti pembersihan pipa, pemantauan kondisi pipa, pengujinya kualitas pipa dan penggunaan bahan kimia seperti soda api.


SOAL

Apa saja langkah langkah dalam pemasangan jaringan perpipaan (Nayla)

JAWABAN

-Perencana dan desain 

-Memiliki bahan pipa

-Pengujian tekanan atau kebocoran 

-Penggalian tanah 

-Pengujian sistem untuk memastikan berfungsi sesuai spesifikasi dan kebutuhan.


SOAL

Teknologi apa saja yg di terabkan dalam sistem perpipaan (Fara)

JAWABAN

Menggunakan sistem LoT untuk pemantauan kondisi perpipaan serta merespon terhadap masalah pengaliran air dalam perpipaa. 

Sensor Tekanan atau Instrumentasi : Yaitu mengukur tekanan dalam pipa untuk memastikan aliran yang stabil dan mencegah kerusakan


SOAL

Apa saja jenis sambungan pipa yg biasa digunakan pada perpipaan (Raudatul)

JAWABAN

-Sambungan Elbow

-Sambungan Soket (Socket Joint)

Sambungan ini menggunakan prinsip memasukkan ujung pipa yang lebih kecil ke dalam soket pipa yang lebih besar.

-Sambungan Klem yang terbuat dari bahan logam dan dikencangkan menggunakan baut.


SOAL

Apa strategi yang di lakukan untuk memastikan distribusi air agar lancar (Riska)

JAWABAN

-Pemetaan jaringan pipa: Membuat peta yang detail mengenai seluruh jaringan pipa, termasuk ukuran, material, dan lokasi sambungan.

-Perhitungan kapasitas: Menghitung kapasitas pipa agar mampu memenuhi kebutuhan air pada saat puncak penggunaan.

-Pemilihan material pipa yang tepat: Memilih material pipa yang tahan lama, tahan korosi, dan sesuai dengan kondisi lingkungan.

-Perancangan jalur distribusi yang efisien: Merancang jalur distribusi yang paling efektif dan menghindari titik-titik yang berpotensi menimbulkan masalah.


SOAL

Jelaskan penggunaan katub tekanan (Azizi)

JAWABAN

Katup Tekanan adalah komponen penting dalam sistem perpipaan yang berfungsi untuk mengurangi tekanan air yang masuk ke dalam sistem menjadi tekanan yang diinginkan.

Fungsinya : 

-Mengatur tekanan air dalam pipa

-Mencegah kebocoran dan kerusakan pipa

-Mengatur aliran air sesuai kebutuhan 


SOAL

Sebutkan Langkah awal penilaian sumber air (syakirin)

JAWABAN

Langkah langkahnya :

-Mengidentifikasi semua sumber air yang ada di daerah tersebut, seperti mata air, sumur gali, dan penampungan air tanah. Setelah sumber air diidentifikasi, penting untuk mengevaluasi kapasitas aliran serta kualitas air untuk memastikan kecukupan dan keamanan penggunaan. Analisis dampak lingkungan dari penggunaan sumber air harus dilakukan, termasuk mempertimbangkan aspek keberlanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem



Wednesday, April 19, 2023

MIKROBIOLOGI AIR LIMBAH

Berikut penjelasan tentang bagaimana apa yang dikatakan mikrobiologi air limbah?

Atikel ini di susun oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Program Diploma Tiga, yang di anggotakan beberapa mahasiswa :

1. NISA ULFITRI (2213451005)

2. DHINUL ISLAMI (2213451001)

3. MUHAMMAD MIRZA ( 2213451003)


Air limbah pada masa industrialisasi saat ini semakin banyak,  karena semakin berkembangnya pabrik-pabrik yang memproduksi produk yang  mengandung zat berbahaya. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan sistem pengolahan yang relatif mudah digunakan untuk industri kecil. . Yaitu penelitian berupa penggunaan  bakteri pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).


Bakteri apakah itu?

Bakteri yang mengolah air limbah salah satunya adalah Rotifera yang  mempunyai warna putih dan berbentuk seperti piala, pada bagian korona atau mulut  yang dilengkapi dengan bulu getar yang bergerak aktif. Diameter mahkota 60-80 mikron, tubuh rotifera terbagi menjadi 3 bagian yaitu. kepala, badan dan kaki/ekor. Dan ada juga bakteri nematoda yang mempunyai bentuk tubuh bulat panjang,   silindris, filariform, tidak bersegmen, dan simetri bilateral. Nematoda (coonggillg)  memiliki rongga tubuh, panjangnya antara 2 mm- 1 meter.

Secara tradisional, mikroorganisme digunakan pada langkah pengolahan kedua untuk menghilangkan bahan organikTergantung pada sistem yang digunakan, mikroba digunakan dalam tangki udara, eritrosit atau kolam (laguna). Ada manfaat menggunakan suplemen bakteri pada tahap ini. Konsentrasi mikroba yang lebih tinggi dapat menghilangkan bahan organik dari udara buangan lebih cepat, terutama di sistem kolam yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Mikroba juga bermanfaat pada tahap lain. Penambahan pada bakteri tahap pertama (primary treatment) bisa dikatakan dapat membantu menghilangkan limbah yang padat di dasar dan juga pada permukaan efluen serta mengurangi pembentukan lumpur. 

Penambahan bakteri juga efektif mengurangi lumpur yang perlu dibuang. Sebagai produk sampingan dari pengolahan air, lumpur harus disaring pada berbagai tahap pengolahan dan diolah sebelum dibuang untuk mengurangi bau lumpur .

Para peneliti Inggris beberapa tahun lalu yang mengevaluasi keberadaan  makhluk bersilia dan perawatan tanaman apa yang mereka lakukan adalah  kualitas efluen. Kualitas seperti dengan mengidentifikasi filamen dan dengan  mengukur dan melacak keberadaan mereka. Seseorang dapat menggunakan  informasi untuk memahami dan mengidentifikasi potensi limbah. Kualitas yang akan  anda lihat misalnya pusaran air dan epis tieless terlihat normal dengan limbah  berkualitas tinggi. Sedangkan yang aneh terlihat lebih sering dalam kualitas yang  lebih rendah. Limbah studi Bahasa Inggris ini telah diperbarui untuk mencerminkan kondisi untuk nitrifikasi dalam pengolahan air limbah tanaman dan apa yang mereka lakukan adalah membandingkan organisme tertentu yang ada ketika nitrifikasi terjadi dan benda apa yang ada saat itu tidak lagi nitrifikasi.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ?

Baca Juga : CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT

Baca Juga : CONTOH FORMAT PENULISAN PRAKTIKUM

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 6

Baca Juga : PRAKTIKUM PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK PADA GENANGGAN AIR BERSIH

Baca Juga : PRAKTIKUM IDENTIFIKASI LARVA NYAMUK

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 1

Baca Juga : PEMERIKSA TDS DAN PH AIR SUMUR GALI

Baca Juga : PEMERIKSAAN TDS DAN pH METER PADA AIR TAMBAK

Baca Juga : Cara menjaga Kesehatan lingkungan di masa pandemic covid-19

Baca Juga : Alat dan Cara Pengukuran Total Dissolve Solid (TDS) atau kandungan zat padat terlarut dalam air Mengunakan TDS Meter

Baca Juga : FORMAT PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN TERBARU (Karya tulis Ilmiah dan Skripsi)

Baca Juga : 98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru

Baca Juga : Contoh Format Penulisan Kata Pengantar Karya Tulis Ilmiah (KTI/SKRIPSI) Terbaru

 



 

Sunday, April 16, 2023

Bagaimana Cara Kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ?

Assalammualaikum Wr. Wb

Berikut penjelasan tentang bagaimana cara kerja instalasi pengolahan air limbah?

Atikel ini di susun oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Program Diploma Tiga, yang di anggotakan yaitu:



Saryulis         : 2213451006

Suci Amalia   : 2213451007

Vera Fitria      : 2213451008  

Dari artikel ini menjelaskan tentang proses pengolahan air limbah menjadi air bersih. Beberapa proses tersebut yaitu : 

  1. Pretreatment, bertujuan untuk menghilangkan outlier di saluran pembuangan dan membuat seluruh campuran sedikit lebih homogen atau sedikit kurang tebal.
  2. Fungsi dari ruang grit yaitu untuk dapat melindungi peralatan mekanis dan juga abrasi akibat dari partikel padat dan keras dan juga dapat mengurangi endapan di dalam pipa.
  3. Clarifier primer, berfungsi dimana partikel akan mengendap menjadi air limbah yang dipompa ke penjernihan air dan dipompa tidak melebihi kecepatan pengendapan partikel.  
  4. Limbah organik yang akan diolah akan mengalir di atas dinding bendungan dan masuk ke ruang bawah tanah.
  5. Basin aerasi, untuk menurunkan kandungan biologis dari limbah, proses ini dimulai dengan aliran limbah bak aerasi ke bak aerasi bagian bawah yang terdapat banyak udara sehingga terciptanya gelembung di udara.
  6. Air dipompa ke dalam tangki bersama lumpur aktif atau bakteri kecil.
  7. Filter bio, filter ini membuang air limbah seperti batu atau plastik dan bakteri akan memakan bahan organik di dalam air.
  8. Limbah dan lumpur dipompa ke filter sekunder (clarifier) ​​dan sebagian lumpur dibuang kembali ke bak aerasi sebagai lumpur aktif. Proses ini yang akan menghilangkan padatan dan bahan biologis yang besar
  9. Air mengalir keluar dari filter sekunder melalui dinding weir dan dipindahkan ke proses disinfeksi. Di proses ini, 85% bahan organik dihilangkan dari air untuk bisa diminum.
Ada 3 cara mendisinfeksi air limbah yaitu melalui klorin, ozon dan ultraviolet (UV) :
  1. Klorin mendisinfeksi air melalui disinfeksi kimia. Misalnya pemutih ditambahkan ke limbah untuk membunuh sisa bakteri dan organisme.
  2. Ozon memiliki oksidan yang kuat dan bisa menyebabkan dinding sel mikroba bocor dan rusaknya sel.
  3. Ultraviolet (UV) untuk mengacak DNA bakteri sehingga mereka tidak dapat berkembang biak di air. Terakhir, air yang telah diolah bisa dilepaskan ke sungai, danau maupun sumber air lainnya.
Terima kasih, semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi kita semua











 






Thursday, March 9, 2023

CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

hy sahabat blog, semoga anda di berikan kesehatan dan rezeki yang melimpah, Pada kali ini saya akan membahas sedikit tentang KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT. untuk lebih lanjut mari kita simak ulasan dibawah ini.....


A. Belakang

Kesehatan merupakan satu hak asasi setiap manusia yaitu setiap orang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Diatur dalam Pasal 28H Amandemen ke – IV Undang-Undang Dasar 1945. Sesuai dengan Pasal 162 UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009, disebutkan bahwa upaya kebersihan lingkungan ditujukan untuk mencapai kualitas lingkungan yang sehat secara fisik, kimia, biologi dan sosial dan membantu setiap orang mencapai tingkat kesehatan tertentu. (Chotijah, Muryati, & Mukyani, 2019). 

Pelayanan medis juga mengancam kebersihan lingkungan karena kegiatan tersebut menghasilkan limbah. Penanganan dan pengelolaan limbah rumah sakit memerlukan kesadaran yang cermat agar limbah yang dihasilkan pengelola rumah sakit tidak mencemari lingkungan. “Pasal 4 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Termasuk Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”: Perencanaan, Pemanfaatan, Pengelolaan, Pemeliharaan, Pengawasan, Penegakan Hukum. Peran pemerintah sebagai otoritas pengawas terhadap pembuangan, penanganan dan pengelolaan limbah yang dihasilkan sesuai dengan isi Pasal 36, Pasal 163, Ayat 1 UU Kesehatan 2009. Pasal 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juga memuat alat untuk mencegah pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup..

Peran serta rumah sakit dalam pelaksanaan kesehatan lingkungan seperti pengelolaan limbah rumah sakit dengan baik dan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan terhindar dari pencemaran lingkungan. (Chotijah et al., 2019).


B.Penilaian Kesehatan

Peraturan Menteri Kesehatan No. 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi dan Persetujuan Rumah Sakit. Ini adalah pengelompokan rumah sakit, yaitu rumah sakit negara, rumah sakit pemerintah daerah, dan rumah sakit swasta, menurut praktiknya. Pada tahun 2020, jumlah rumah sakit di Aceh terdiri dari 69 rumah sakit, yang digunakan pemiliknya di 27 rumah sakit negara, 4 rumah sakit TNI atau Polri dan 38 rumah sakit swasta. Jumlah tempat tidur yang dimiliki seluruh rumah sakit adalah 8.962 (Profil Kesehatan Aceh, 2020). 

Limbah infeksius dan medis umum dari COVID 19 terus bertambah, dan pemerintah menyediakan semua peralatan untuk membuang limbah medis infeksius agar segera dibuang. Pemerintah perlu menyiapkan fasilitas dengan cepat, sehingga akan memberikan dukungan fasilitas dan anggaran baik dari Gugus Tugas COVID-19, pembiayaan daerah dan sumber pembiayaan lainnya, serta swasta. Rumah Sakit perlu mengelola sampah dengan baik dan akurat melalui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan.


C.Kebijakan Pemerintah

1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.: P.56/MenlhkSetjen/2015 tata cara pengelolaan limbah B3 dan persyaratan teknis dari fasilitas kesehatan. Memiliki izin pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan limbah B3, di lokasi mana penyimpanan limbah B3 digunakan sebagai tempat transshipment sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, adalah dua hari setelah timbulan limbah B3 Sistem pendingin dengan suhu di bawah 0°C jika disimpan dengan waktu lebih dari 2 hari karena limbah B3 di hasilkan 

3.

a) Limbah medis yang tergolong infeksius, patologis atau tajam harus disimpan pada suhu di bawah 0°C di TPS hingga 90 hari. 


Sementara itu, limbah B3, bahan kimia kadaluarsa, residu yang tumpah atau dikemas, radiofarmasi, sitotoksisitas, peralatan medis yang kaya logam berat, tabung gas atau bejana tekan dapat disimpan di area penyimpanan limbah B3. Kondisi maksimal adalah sebagai berikut:

a) 90 hari untuk limbah B3 dengan berat 50 kg (50 kg) atau lebih per hari  

b) 180 hari untuk limbah B3 dengan berat kurang dari 50 kg per hari Limbah B3 Kategori 1 karena hingga timbulan sampah.


E. Pilihan Kebijakan Daerah Tentang Perubahan Kebijakan Pengelolaan Limbah B3 di Rumah Sakit Umum Mufid Sigli

1. Keputusan Bupati Pidie Provinsi Aceh Nomor:660/503/Kep.19/2019, Tentang Izin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

2. Keputusan Bupati Pidie Provinsi Aceh Nomor:660/504/Kep.19/2019, Tentang Izin Pembuangan Limbah Cair Ke Badan Air


G. Isu Kerjasama Antara Para Penghasil Limbah B3 Dengan Perusahaan Pengolah Limbah B3

1) Penghasil limbah B3 bekerja sama dengan pengolah limbah B3 yang tidak memiliki izin pengelolaan limbah B3 yang lengkap untuk kegiatan pengolahan limbah B3, dikarenakan penghasil limbah B3 tidak memiliki akses data sipengelolaan limbah B3

2) Penghasil limbah B3 bekerjasama hanya dengan pengangkut limbah B3 saja.

3) Penghasil limbah B3 tidak tahu secara jelas bagaimana status pengolah limbah B3 seperti permasalahan izin dan Kapasitas Insinerator

4) Masih ada penghasil limbah B3 yang belum mengetahui secara jelas prosedur prosedur kerja sama dengan pihak ke tiga terkait masalah manifest










Thursday, October 13, 2022

CONTOH FORMAT PENULISAN PRAKTIKUM

Assalamualaikum wr.wb

Berikut adalah cara penulisan laporan dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan di dalam maupun diluar gedung yang di lakukan oleh mahasiswa/mahasiswi yang terdiri dari; Halaman Depan, BAB I Pendahuluan, BAB II Tinjauan Pustaka, BAB III Hasil dan Pembahasan, BAB IV Kesimpulan dan Saran, Daftar Pustaka, Lampiran dan Dokumentasi ....Lanjut👇  



HALAMAN DEPAN

Cover (berisi judul, nama mahasiswa dan NPM/NIM mahasiswa, nama kelompok, nama kampus) KATA PENGANTAR (berupa pengantar, bisa juga di tambah ucapaan terimakasi kepada yang ikut membantu dalam kegiatan praktikum, atau penelitian)

Daftar Isi

Daftar Tabel (dibuat apabila ada table dalam isi laporan praktikum/penelitian)

Daftar Gambar (dibuat apabila ada gambar dalam isi laporan praktikum/penelitian)

Daftar Singkatan (dibuat apabila ada singkatan dalam isi laporan praktikum/penelitian)


BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang (menjelaskan tentang latar belakang yang menyangkut dengan praktikum/penelitian yang dilakukan, bisa berupa data, Riwayat, latar belakang dari kegiatan yang akan dilakukan)

1.2. Tujuan Penelitian

1.2.1. Tujuan Umum (tujuan umum dari penelitian secara keseluruhan atau umum)

1.2.2. Tujuan Khusus (tujuan per variable atau perkegiatan yang dilakukan, misalkan; a) untuk mengetahui tingkat kepadatan lalat di rumah makan Enak Banget Kecamatan Luarbiasa Kabupaten Konoha. b) Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air pada air minum isi ulang di Desa Iwabe kecamatan Makmurkan Kabupaten Konoha)


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Dalam BAB ini menjelaskan tentang pengertian atau difinisi mengenai apa saja yang akan dilakukan penelitian/praktikum dan yang menjadi ruang lingkup penelitian atau praktikum misalkan Pengertian lalat, cara pemeriksaan lalat, penyakit yang disebabkan oleh lalat, ciri-ciri lalat, cara penanganan lalat, pengertian air minum, cara menangani air keruh, penyakit yang disebabkan oleh air minum yang tidak baik/sehat, permenkes atau pedoman yang dilakukan sebagai acuan untuk menentukan baik atau tidak baik, memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Semua kutipan yang di ambil harus di cantumkan nama dan tahun pengarang/referensi.


BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Gambaran Umum Praktikum / Penelitian

  1. Lokasi Praktikum/penelitian (dimana saja dilakukan praktikum atau penelitian sesuai fakta yang ada)
  2. Waktu Praktikum/penelitian (berisikan hari, tanggal dan tahun dilakukan penelitian dan juga durasi penelitian misalkan selama dua hari, jam dilaksanakan penelitian)
  3. Alat (Menjelaskan alat - alat apa saja yang digunakan Ketika dilakukan praktikum/penelitian dilapangan maupun di ruangan)
  4. Bahan (menjelaskan bahan-bahan apa saja yang digunakan Ketika dilakukan praktikum/penelitian di lapangan maupun di ruangan)
  5. Prosedur Kerja/cara pengunaan alat (menjelaskan bagaimana cara penggunaan alat, atau cara pemeriksaan di lapangan atau di ruangan, dari awal sampai akhir sehinga mendapatkan hasil sesuai pemeriksaan

 3.2. Hasil Praktikum / Penelitian

Hasil bisa dibuat dalam bentuk table dan dinarasikan, bisa dalam bentuk grafik dan diagram dan dinarasikan. Hasil dibuat sesuai jumlah tujuan khusus yang ada,

 3.3. Pembahasan

Pembahasan dalam praktikum/penelitian menjelaskan kondisi sebenarnya dilapangan, kenapa atau bagaimana hasil yang di dapat dan di bahas secara menyeluruh. Dan diberikan solusi dari permasalhan yang di dapat dilapangan. Dibahas sesua tujuan khusus yang ada.


BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan 

Dalam pengambilan kesimpulan tidak boleh terlalu Panjang, langsung pada poin-poin penting sesuai dengan jumlah tujuan khusus yang ada,

4.2. Saran

Memberi saran kepada masyarakat, petugas Kesehatan, pemerintah, atau Lembaga/instansi terkain mengenai permasalahan yang ditemukan dilapangan


DAFTAR PUSTAKA (semua referensi yang di ambil, dan di buat sesuai huruf abjad)

LAMPIRAN (biasanya terdiri dari kueisioner dan ckeklist, data pendukung, surat penelitian/praktikum, dan lain-lain

DOKUMENTASI (bisa berupa foto saat kegiatan dilapangan, dan di lampirkan di dalam laporan praktikum/penelitian


SEKIAN TERIMAKASIH




















Wednesday, December 1, 2021

CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 6

Assalamu'alaikum Wr. wb

Kali ini saya akan membagi sedikit kisi-kisi/contoh soal Uji kompetensi bagi tenaga sanitarian atau mahasiswa kesehatan lingkungan mengenai pengelolaan limbah cair (PART 6). Nexs


Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Persyaratan kesehatan harus dipenuhi berdasarkan parameter fisik lingkungan media air dan standar kualitas kesehatan untuk persyaratan kebersihan lingkungan.

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter kekeruhan yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 25

b. 30

c. 35

d. 40

e. 45


Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan.

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter pH yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 6,5-8,5

b. 4,5-6

c. 8-9

d. 3-5,5

e. 9-10

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 5

Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan.

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter besi yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 5

b. 4

c. 3

d. 2

e. 1


Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan.

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter Fluorida yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 1,8

b. 1,5

c. 2

d. 2,5

e. 3

Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan.

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter Kesadahan yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 600

b. 700

c. 500

d. 900

e. 1000


Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan..

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah berapa Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter Mangan yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 0,5

b. 0,8

c. 1

d. 1,5

e. 2


Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan..

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter Sianida yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 0,1

b. 0,8

c. 1

d. 1,5

e. 1,8


Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan.

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter Deterjen yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 0,05

b. 0,5

c. 1

d. 2

e. 3

Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan..

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter pestisida yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 0,6

b. 0,8

c. 0,1

d. 0,9

e. 0,7


Kasus

Kegiatan pelayanan rumah sakit, perkantoran, pertokoan dan rumah tangga memerlukan air untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan hygiene sanitasi. Berdasarkan parameter kimia dalam baku mutu kesehatan lingkungan, air yang digunakan untuk keperluan sanitasi harus memenuhi syarat kesehatan.

Pertanyaan:

Dari kasus diatas berapakah Standar Baku Mutu (kadar maksimum) pada parameter Air raksa yang diperbolehkan dalam air untuk keperluan hiegene sanitasi?

a. 0,001

b. 0,002

c. 0,003

d. 0,004

e. 0,005