Friday, May 17, 2024

CARA JITU DAN AMPUH UNTUK MENGHILANGKAN HIDUP TERSUMBAT

Assalamualaikum, Wr. Wb

Hy sobat sekalian,, berikut saya ingin memberikan sedikit pengalaman yang pernah saya alami ketika hidup tersumbat dan susah untuk bernafas apa lagi beraktifitas, yuk kita simak penjelasannya!!!!! 


    
Hidung tersumbat dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti pilek, alergi, infeksi sinus, atau infeksi saluran pernapasan atas. Berikut beberapa cara untuk membantu meredakan hidung tersumbat:

1. Perbanyak minum air hangat atau air mineral

  • Minum air putih, teh herbal, atau sup hangat dapat membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan.

2. Mandi air hangat

  • Mandi air hangat dapat membantu menghirup uap panas sehingga dapat membantu melegakan hidung tersumbat. 4. Dekongestan
  • Dekongestan seperti pseudoefedrin atau oxymetazoline dapat membantu meredakan hidung tersumbat. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini, terutama jika Anda memiliki masalah kesehatan.

3. Uap Panas

  • Menghirup uap dari air panas dapat membantu meredakan hidung tersumbat. Anda bisa menggunakan mangkuk berisi air panas dan menutupi kepala dengan handuk lalu hirup uapnya selama beberapa menit.
  • Menggunakan humidifier di lajur juga racun sehat mengempu kelengasan kentut dan merintangkan hidung tersumbat..

4. Semprotan hidung saline

  • Semprotan hidung saline (larutan garam) dapat membantu membersihkan saluran hidung dari lendir dan iritasi. 6. Kompres hangat
  • Menekan hidung dengan handuk hangat dapat membantu membuka saluran hidung yang tersumbat.

7. Posisi tidur

  • Tidur dengan posisi kepala ditinggikan dapat membantu mengurangi hidung tersumbat. Anda bisa menggunakan bantal tambahan untuk meninggikan kepala. 8. Menghindari alergen
  • Jika hidung tersumbat disebabkan oleh alergi, hindari paparan terhadap alergen seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan.

8. Makan makanan pedas

  • Makanan pedas seperti cabai atau wasabi dapat membantu mengencerkan lendir dan membuka saluran hidung untuk sementara.

9. Istirahat yang cukup

  • Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh pulih lebih cepat dari infeksi atau kondisi yang menyebabkan hidung tersumbat.

    Jika hidung tersumbat berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai demam tinggi atau gejala mengkhawatirkan lainnya, sebaiknya temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. 

Sekian Terimakasih

Baca Juga : 98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru

Baca Juga : Judul Penelitian KTI, Skripsi dan Tesis tentang Covid-19

Baca Juga : Judul Penelitian Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiology (Karya Tulis Ilmiah/Skripsi/Tesis)

Baca Juga : Apa Itu Penyakit Stroke dan Riwayat Alamiah Penyakit Stroke

Baca Juga : Cara Tetap Menjaga Kesehatan di Bulan Suci Ramadhan

Sunday, March 17, 2024

Cara Tetap Menjaga Kesehatan di Bulan Suci Ramadhan


Untuk menjaga kesehatan kita saat berpuasa dalam bulan suci Ramadan sangat perlu untuk memastikan bahwa tubuh kita tetap bugar dan kuat selama menjalani ibadah puasa. Berikut ini yaitu beberapa tips untuk menjaga kesehatan saat berpuasa di bulan suci ramadhan:

 


  1. Makan Sahur yang bergizi dan Seimbang: Pastikan bahwa untuk mengonsumsi makanan sahur yang seimbang dan bergizi dengan memasukkan makanan yang terdapat karbohidrat kompleks, serat yang cukup, protein yang cukup, vitamin dan mineral juga penting. sehimgga dapat memberikan energi yang cukup untuk dapat beraktivitas sepanjang hari saat sedang berpuasa.
  2. Mencegah dari makanan tinggi akan lemak dan berminyak: kita dapat menghindari dari makanan yang tiggi akan lemak dan berminyak saat makan sahur dan berbuka puasa. anda dapat mengkunsumsi makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna oleh tubuh saat bulan puasa.
  3. Mengkonsumsi air secukupnya: Pastikan kita untuk dapat minum air secukupnya setelah berbuka puasa dan sebelum sahur untuk dapat mencegah dari dehidrasi saat sedang beraktifitas dibulan suci ramdhan dan juga agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.
  4. Luangkan waktu untuk Istirahat: Kita dapat atur jadwal tidur yang teratur dan cukup untuk dapat memastikan bahwa tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, dan juga hindari dari perilaku begadang dan juga usahakan tidur yang berkualitas dan cukup setelah shalat tarawih.
  5. Pertahankan Aktivitas Fisik: Meskipun berpuasa, tetaplah aktif dengan berjalan-jalan ringan atau melakukan latihan fisik ringan setelah berbuka. Ini akan membantu menjaga kebugaran tubuh.
  6. Anda dapat memilihan makanan yang sehat: Pilihlah makanan yang sehat saat akan berbuka puasa, misalnya buah-buahan, sayuran, makanan yang rendah akan gula. juga anda harus menghindari makanan yang mengandung tinggi akan gula dan garam.
  7. Cegah konsumsi kafein dan Gula tinggi: Anda dapat menghindari minuman yang tinggi akan kafein misalnya kopi dan teh dalam jumlah yang banyak atau berlebihan. anda juga dapat, menghindari makanan atau minuman yang mengandung tinggi gula untuk tetap menjaga kadar gula darah tetap stabil dibulan suci ramdhan.
  8. Anda juga harus menjaga kesehatan mental: agar dapat  menjaga kesehatan fisik, anda juga harus memperhatikan juga kesehatan mental diri anda. seperti dapat melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti menjaga sholat 5 waktu, membaca Al-Quran, berzikir, dan juga berinteraksi dengan keluarga untuk dapat menjaga keseimbangan emosional .
  9. Anda juga dapat berkonsultasi dengan Tenaga Medis: untuk dapat memiliki kondisi kesehatan yang terjaga selama berpuasa dibulan  suci ramadhan, konsultasikan kesehatan dengan tenaga medis atau ahli gizi .

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan kita dapat menjaga kesehatan dengan baik selama menjalani ibadah puasa di bulan suci ramadan. Dan juga tetaplah memperhatikan tubuh dan melakukan perawatan yang tepat untuk menjalani puasa dengan nyaman, sehat dan bugar.

Baca Juga :CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 4

Baca Juga :CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 2

Baca Juga :PEMERIKSAAN TDS DAN pH METER PADA AIR TAMBAK

Baca Juga :BAGIAN UTAMA YANG HARUS ADA DALAM KARYA TULIS ILMIAH ATAU SKRIPSI DAN TESIS

Baca Juga :CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT

Baca Juga :JUDUL TESIS MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT

Baca Juga :Judul Penelitian Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiology (Karya Tulis Ilmiah/Skripsi/Tesis)

Baca Juga :Cara Pengobatan Kanker Untuk Diri Sendiri

Baca Juga :Apa Itu Penyakit Stroke dan Riwayat Alamiah Penyakit Stroke


Wednesday, November 8, 2023

Apa Itu Penyakit Stroke dan Riwayat Alamiah Penyakit Stroke


Difinisi Stroke

    Stroke adalah penyakit otak fungsional mendadak dengan gejala klinis fokal atau global yang berlangsung lebih dari 24 jam tanpa bukti penyebab nonvaskular, termasuk perdarahan subarachnoid, perdarahan otak, iskemia, atau infark otak.

    Stroke merupakan salah satu sindrom saraf yang menjadi ancaman terbesar dalam kehidupan manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan stroke sebagai disfungsi neurologi akut fokal yang berlangsung lebih dari 24 jam atau menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam. 


    Stroke hemoragik merupakan kerusakan atau penurunan fungsi saraf akibat pecahnya pembuluh darah di jaringan otak, ventrikel, atau ruang subaraknoid(Ignatavicious et al., 2018). Jika meningkatnya tekanan darah patologis dapat merusak dinding pembuluh darah arteri yang kecil, sehingga menyebabkan mikroaneurisma (aneurisma charcot) yang dapat pecah secara spontan. Tempat predileksi terjadinya perdarahan intraserebral hipertensi yaitu ganglia basalia, talamus, nukleus serebeli, dan pons sedangkan area yang jarang adalah substansia alba serebri.

    Stroke hemoragik adalah kerusakan atau hilangnya fungsi saraf akibat pecahnya pembuluh darah di jaringan otak, ventrikel, atau ruang subarachnoid. Tekanan darah yang meningkat secara patologis merusak dinding arteri kecil, menyebabkan mikroaneurisma (aneurisma Charcot) yang dapat pecah secara spontan. Tempat yang populer untuk pendarahan serebral hipertensi meliputi basal ganglia, talamus, inti serebelar, dan pons, sedangkan tempat yang jarang termasuk materi putih otak. 

    Stroke lebih dikenal dengan Cerebro Vascular Accident (CVA), anomali ini terjadi pada organ otak. Secara khusus, itu adalah gangguan pada sistem serebrovaskular. Sebagai penurunan kualitas pembuluh darah otak, yang menyebabkan kematian yang tinggi. Sebagian besar kasus besar adalah pria berpengalaman dan biasanya berusia di atas 55 tahun.


Riwayat alamiah penyakit Stroke

Berikut ini adalah riwayat penyakit stroke berdasarkan sumber medis:

    Menurut AHA, faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke antara lain tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, penyakit jantung, fibrilasi atrium (irama jantung tidak teratur), stroke atau serangan jantung sebelumnya, usia di atas 55 tahun, jenis kelamin laki-laki laki-laki (sampai menopause), riwayat stroke keluarga, ras tertentu (misalnya, orang Afrika-Amerika, Latin, dan Asia berisiko lebih tinggi) dan obesitas serta gaya hidup tidak sehat.

    Menurut CDC, faktor risiko utama yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke adalah tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, penyakit jantung, hiperkolesterolemia, obesitas, kurang olahraga, konsumsi alkohol berlebihan, dan riwayat stroke dalam keluarga. . Mereka juga menyebutkan bahwa faktor risiko tersebut dapat dikendalikan atau diubah melalui perubahan gaya hidup sehat.

    Menurut NINDS, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang terkena stroke, antara lain tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, penyakit arteri koroner, hiperkolesterolemia, gangguan irama jantung, riwayat stroke dalam keluarga, dan riwayat pribadi. stroke atau serangan jantung, usia di atas 55 tahun, jenis kelamin laki-laki, ras tertentu dan gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan dan kurang olahraga.

Baca Juga : 98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru

Baca Juga : Judul Penelitian KTI, Skripsi dan Tesis tentang Covid-19

Baca Juga : Analisis Trias Epidemiologi Penyakt Diare (Host, Agent, dan Environment)

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 4

Baca Juga : JUDUL TESIS MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT

Baca Juga : MIKROBIOLOGI AIR LIMBAH

Baca Juga : Judul Penelitian Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiology (Karya Tulis Ilmiah/Skripsi/Tesis)

Baca Juga : Cara Pengobatan Kanker Untuk Diri Sendiri




Sunday, July 30, 2023

Cara Pengobatan Kanker Untuk Diri Sendiri

 A.    Difinisi Kanker

Kanker adalah sekelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel dalam tubuh yang tumbuh dan berkembang secara tidak normal, melebihi batas normal, serta sangat beragam penyebab dan biologinya. Kanker dapat terjadi pada organisme apa pun, bahkan pada tumbuhan. Kanker terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di luar kendali dan menyerang daerah sekitarnya. Kanker dapat terjadi di bagian tubuh manapun dan  menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kanker adalah penyakit yang bermanifestasi sebagai pertumbuhan sel yang tidak normal dan ganas di dalam tubuh. Pertumbuhan sel kanker dapat terjadi di seluruh bagian/organ tubuh, bisa mulai dari kulit, mata, paru-paru hingga organ dalam. Beberapa jenis kanker yang paling umum adalah kanker payudara, kanker paru-paru, usus besar dan kanker prostat.

Kanker sering digunakan untuk merujuk pada sel tumor. Padahal, tumor dan kanker adalah dua kondisi yang berbeda. Perbedaan antara tumor dan kanker ini terletak pada keganasannya. Tumor adalah pertumbuhan sel masif yang tidak mampu menyebar ke bagian tubuh lain, sehingga tidak ganas. Padahal, kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Kanker sering digunakan untuk merujuk pada sel tumor. Padahal, tumor dan kanker adalah dua kondisi yang berbeda. Perbedaan antara tumor dan kanker ini adalah keganasannya. Tumor yaitu pertumbuhan sel besar yang tidak mungkin menyebar ke bagian tubuh lain, sehingga tidak ganas. Sedangkan kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain.



B.    Pengobatan Penyakit Kanker

Pengobatan  kanker dapat dilakukan dengan berbagai metode tergantung dari jenis kanker, lokasi kanker, stadium kanker,  kesehatan umum pasien  dan keinginan pasien. Beberapa perawatan kanker yang lebih umum digunakan termasuk kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon, terapi target, dan imunoterapi. Selain itu, operasi kanker juga dapat dilakukan untuk mengangkat tumor atau jaringan yang terinfeksi kanker. Pencegahan kanker juga sangat penting dan dapat dilakukan dengan mengikuti pola hidup sehat seperti olahraga teratur, menghindari rokok dan makan makanan yang sehat. Pemeriksaan rutin juga penting untuk deteksi dini kanker  dan meningkatkan keberhasilan pengobatan. Pengobatan  kanker dapat dilakukan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan jenis, stadium dan karakteristik kanker, serta kondisi kesehatan individu. Berikut adalah beberapa perawatan yang lebih umum  digunakan untuk mengobati kanker:

  1. Bedah: Pembedahan digunakan untuk mengangkat tumor dan jaringan sekitarnya yang terinfeksi. Ini dapat dilakukan sebagai satu satunya pengobatan atau sebagai bagian dari pendekatan yang lebih komprehensif yang mencakup pengobatan lain seperti kemoterapi atau radioterapi.
  2. Kemoterapi: Kemoterapi menggunakan obat kanker yang kuat untuk membunuh sel kanker atau mencegah pertumbuhannya. Obat kemoterapi dapat diberikan melalui mulut atau melalui infus intravena. Dapat digunakan sebelum atau sesudah operasi untuk mengecilkan ukuran tumor atau untuk mengobati kanker yang telah menyebar ke bagian  tubuh lain.
  3. Radioterapi: Radioterapi menggunakan  radiasi untuk membunuh sel kanker. Radiasi diarahkan ke area kanker dengan sangat tepat untuk meminimalkan kerusakan  jaringan sehat di sekitarnya. Radioterapi dapat digunakan sebagai faktor utama dalam terapi atau sebagai terapi tambahan setelah operasi atau kemoterapi
  4. Terapi Targeted: Terapi target menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan mempengaruhi mekanisme kanker tertentu. Obat ini biasanya bekerja dengan memblokir sinyal yang mendorong pertumbuhan sel kanker, atau dengan mencegah pembentukan pembuluh darah baru yang mengarah ke tumor.
  5. Imunoterapi: Imunoterapi merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Ini mungkin termasuk mengonsumsi obat yang meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap kanker, atau menggunakan terapi sel seperti terapi sel T yang direkayasa secara genetik.
  6. Terapi Hormonal: Terapi hormon digunakan untuk mengobati jenis kanker tertentu yang dipengaruhi oleh hormon, seperti kanker payudara atau kanker prostat. Ini membutuhkan obat yang menghalangi produksi atau aksi hormon yang mempengaruhi pertumbuhan kanker
  7. Terapi Percobaan: Kadang-kadang pasien mungkin memenuhi syarat untuk pengobatan eksperimental atau klinis dalam kondisi tertentu. Ini masih merupakan perawatan investigasi yang mungkin melibatkan pengujian obat baru, prosedur bedah  inovatif, atau perawatan lainnya.








Monday, June 12, 2023

Judul Penelitian Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiology (Karya Tulis Ilmiah/Skripsi/Tesis)

 



  1. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  2. Upaya Pencegahan kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  3. Analisis Determinan kejadian penyakit tinea pedis pada pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  4. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  5. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  6. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  7. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  8. Upaya Pencegahan kejadian penyakit TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  9. Analisis Determinan kejadian penyakit TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  10. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  11. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  12. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  13. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  14. Upaya Pencegahan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  15. Analisis Determinan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  16. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  17. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  18. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  19. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  20. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  21. Upaya Pencegahan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  22. Analisis Determinan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  23. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  24. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  25. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  26. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  27. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  28. Upaya Pencegahan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  29. Analisis Determinan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  30. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  31. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  32. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  33. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  34. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  35. Upaya Pencegahan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  36. Analisis Determinan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  37. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  38. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  39. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  40. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  41. Upaya Pencegahan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  42. Analisis Determinan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  43. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  44. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  45. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  46. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030







Baca Juga : LAPORAN AKTUALISASI NILAI - NILAI DASAR PNS RADIOLOGI TERAMPIL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT (BAB II) INTERNALISASI NILAI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTERISTIK PNS 

Saturday, June 3, 2023

Keuntungan dan kerugian mikroorganisme dan bakteri yang hidup di air, tanah dan udara

1. Kelebihan dan kekurangan masing-masing mikroorganisme akuatik

Manfaat mikroba dalam air antara lain plankton. Baik fitoplankton maupun zooplankton merupakan makanan utama ikan, sehingga keberadaannya menjadi pertanda suburnya perairan tersebut. Jenis mikroalga misalnya :

Chlorella, Hydrodycation, Pinnularia, Scenedesmus, Tablearia. Ada ketakutan akan hilangnya mikroorganisme air ketika ada mikroba penyebab penyakit di dalam air, seperti: 

Salmonella menyebabkan tifus/parafitosis, Shigella menyebabkan disentri bakteri, Vibrio menyebabkan Vibrio (Vibrio cholerae). Vibrio adalah spesies bakteri yang termasuk dalam kelompok bakteri laut. Gejala yang ditimbulkan oleh bakteri ini antara lain diare yang berlebihan, muntah, dan dehidrasi hingga kejang dan lemas.  



2. Kelebihan dan Kekurangan Semua Mikroorganisme Penghuni Tanah

Tanah merupakan sumber mikroorganisme yang kaya. Sebagian besar mikroorganisme yang ditemukan di sini tidak bersifat patogen bagi manusia. Bakteri patogen yang didapat di dalam tanah yaitu:

Clostridium tetani, Clostridium perfringens, Clostridium botulinum. Keunggulan pertanian adalah kemampuan memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, siklus hara dan peternakan. Nitrat dapat diproduksi dari nitrogen dengan adanya mikroorganisme. Produksi nitrat diinisiasi secara sinergis oleh beberapa genera bakteri

3. Kelebihan dan kekurangan masing-masing mikroorganisme di udara

Secara umum, mikroorganisme udara mencemari mikroorganisme yang mungkin bersifat patogen. Mikroorganisme ini dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok seperti bakteri, virus dan jamur, yang ditemukan di tanah dan disebarkan oleh angin baik dalam bentuk vegetatif maupun spora. 

4. Kerugian bakteri

    a. Basilus

Ini adalah bakteri saprofit yang hidup di tanah, air, udara dan tanaman. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

    b. Streptococcus pyogenes

Ini adalah bakteri aerotolerant yang hidup sebagai saprofit dan parasit pada manusia. Dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas melalui penularan melalui udara.

    c. Staphylococcus aureus

Ini adalah bakteri yang hidup sebagai flora normal pada kulit dan selaput lendir, tetapi juga dapat menjadi patogen yang menyebabkan penyakit pada manusia dan dapat ditularkan melalui udara.

    d. Bordetella pertusis

Ada bakteri yang bisa terbawa udara dan menyebabkan batuk rejan/kolus.

    e. Corynebacterium diphtheria

Ini adalah bakteri patogen yang umum di udara dan dapat menyebabkan difteri.

    f. Pneumonia streptokokus

Ini adalah bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia dan biasanya merupakan infeksi pernapasan lanjut. Sehingga dapat menyebabkan kematian.

    g. Mycobacterium tuberculosis

Merupakan bakteri penyebab tuberkulosis yang dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung melalui udara.

    h. Legionella pneumoniae

Ini adalah bakteri yang biasa ditemukan di air conditioner (AC) dan shower yang dapat menyebar melalui udara. 

    i. Pseudomonas

Ini adalah bakteri yang tersebar luas di tanah, air, tumbuhan dan hewan. Biasanya ditemukan di lingkungan rumah sakit yang lembab dan merupakan flora normal dan saprofit pada manusia. Bakteri dapat menyebabkan penyakit pada manusia ketika sistem kekebalan tubuh melemah. 


Baca Juga : 98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru 


Baca Juga : Alat dan Cara Pengukuran Total Dissolve Solid (TDS) atau kandungan zat padat terlarut dalam air Mengunakan TDS Meter


Baca Juga : Judul Penelitian KTI, Skripsi dan Tesis tentang Covid-19


Baca Juga : PEMERIKSA TDS DAN PH AIR SUMUR GALI


Baca Juga : PRAKTIKUM IDENTIFIKASI LARVA NYAMUK


Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 6


Baca Juga : CONTOH FORMAT PENULISAN PRAKTIKUM

Baca Juga : CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT 

Baca Juga : JUDUL TESIS MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT

Baca Juga : Bagaimana Cara Kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ?

Baca Juga : MIKROBIOLOGI AIR LIMBAH

Wednesday, April 19, 2023

MIKROBIOLOGI AIR LIMBAH

Berikut penjelasan tentang bagaimana apa yang dikatakan mikrobiologi air limbah?

Atikel ini di susun oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Program Diploma Tiga, yang di anggotakan beberapa mahasiswa :

1. NISA ULFITRI (2213451005)

2. DHINUL ISLAMI (2213451001)

3. MUHAMMAD MIRZA ( 2213451003)


Air limbah pada masa industrialisasi saat ini semakin banyak,  karena semakin berkembangnya pabrik-pabrik yang memproduksi produk yang  mengandung zat berbahaya. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan sistem pengolahan yang relatif mudah digunakan untuk industri kecil. . Yaitu penelitian berupa penggunaan  bakteri pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).


Bakteri apakah itu?

Bakteri yang mengolah air limbah salah satunya adalah Rotifera yang  mempunyai warna putih dan berbentuk seperti piala, pada bagian korona atau mulut  yang dilengkapi dengan bulu getar yang bergerak aktif. Diameter mahkota 60-80 mikron, tubuh rotifera terbagi menjadi 3 bagian yaitu. kepala, badan dan kaki/ekor. Dan ada juga bakteri nematoda yang mempunyai bentuk tubuh bulat panjang,   silindris, filariform, tidak bersegmen, dan simetri bilateral. Nematoda (coonggillg)  memiliki rongga tubuh, panjangnya antara 2 mm- 1 meter.

Secara tradisional, mikroorganisme digunakan pada langkah pengolahan kedua untuk menghilangkan bahan organikTergantung pada sistem yang digunakan, mikroba digunakan dalam tangki udara, eritrosit atau kolam (laguna). Ada manfaat menggunakan suplemen bakteri pada tahap ini. Konsentrasi mikroba yang lebih tinggi dapat menghilangkan bahan organik dari udara buangan lebih cepat, terutama di sistem kolam yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Mikroba juga bermanfaat pada tahap lain. Penambahan pada bakteri tahap pertama (primary treatment) bisa dikatakan dapat membantu menghilangkan limbah yang padat di dasar dan juga pada permukaan efluen serta mengurangi pembentukan lumpur. 

Penambahan bakteri juga efektif mengurangi lumpur yang perlu dibuang. Sebagai produk sampingan dari pengolahan air, lumpur harus disaring pada berbagai tahap pengolahan dan diolah sebelum dibuang untuk mengurangi bau lumpur .

Para peneliti Inggris beberapa tahun lalu yang mengevaluasi keberadaan  makhluk bersilia dan perawatan tanaman apa yang mereka lakukan adalah  kualitas efluen. Kualitas seperti dengan mengidentifikasi filamen dan dengan  mengukur dan melacak keberadaan mereka. Seseorang dapat menggunakan  informasi untuk memahami dan mengidentifikasi potensi limbah. Kualitas yang akan  anda lihat misalnya pusaran air dan epis tieless terlihat normal dengan limbah  berkualitas tinggi. Sedangkan yang aneh terlihat lebih sering dalam kualitas yang  lebih rendah. Limbah studi Bahasa Inggris ini telah diperbarui untuk mencerminkan kondisi untuk nitrifikasi dalam pengolahan air limbah tanaman dan apa yang mereka lakukan adalah membandingkan organisme tertentu yang ada ketika nitrifikasi terjadi dan benda apa yang ada saat itu tidak lagi nitrifikasi.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ?

Baca Juga : CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT

Baca Juga : CONTOH FORMAT PENULISAN PRAKTIKUM

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 6

Baca Juga : PRAKTIKUM PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK PADA GENANGGAN AIR BERSIH

Baca Juga : PRAKTIKUM IDENTIFIKASI LARVA NYAMUK

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 1

Baca Juga : PEMERIKSA TDS DAN PH AIR SUMUR GALI

Baca Juga : PEMERIKSAAN TDS DAN pH METER PADA AIR TAMBAK

Baca Juga : Cara menjaga Kesehatan lingkungan di masa pandemic covid-19

Baca Juga : Alat dan Cara Pengukuran Total Dissolve Solid (TDS) atau kandungan zat padat terlarut dalam air Mengunakan TDS Meter

Baca Juga : FORMAT PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN TERBARU (Karya tulis Ilmiah dan Skripsi)

Baca Juga : 98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru

Baca Juga : Contoh Format Penulisan Kata Pengantar Karya Tulis Ilmiah (KTI/SKRIPSI) Terbaru

 



 

Sunday, April 16, 2023

Bagaimana Cara Kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ?

Assalammualaikum Wr. Wb

Berikut penjelasan tentang bagaimana cara kerja instalasi pengolahan air limbah?

Atikel ini di susun oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Program Diploma Tiga, yang di anggotakan yaitu:



Saryulis         : 2213451006

Suci Amalia   : 2213451007

Vera Fitria      : 2213451008  

Dari artikel ini menjelaskan tentang proses pengolahan air limbah menjadi air bersih. Beberapa proses tersebut yaitu : 

  1. Pretreatment, bertujuan untuk menghilangkan outlier di saluran pembuangan dan membuat seluruh campuran sedikit lebih homogen atau sedikit kurang tebal.
  2. Fungsi dari ruang grit yaitu untuk dapat melindungi peralatan mekanis dan juga abrasi akibat dari partikel padat dan keras dan juga dapat mengurangi endapan di dalam pipa.
  3. Clarifier primer, berfungsi dimana partikel akan mengendap menjadi air limbah yang dipompa ke penjernihan air dan dipompa tidak melebihi kecepatan pengendapan partikel.  
  4. Limbah organik yang akan diolah akan mengalir di atas dinding bendungan dan masuk ke ruang bawah tanah.
  5. Basin aerasi, untuk menurunkan kandungan biologis dari limbah, proses ini dimulai dengan aliran limbah bak aerasi ke bak aerasi bagian bawah yang terdapat banyak udara sehingga terciptanya gelembung di udara.
  6. Air dipompa ke dalam tangki bersama lumpur aktif atau bakteri kecil.
  7. Filter bio, filter ini membuang air limbah seperti batu atau plastik dan bakteri akan memakan bahan organik di dalam air.
  8. Limbah dan lumpur dipompa ke filter sekunder (clarifier) ​​dan sebagian lumpur dibuang kembali ke bak aerasi sebagai lumpur aktif. Proses ini yang akan menghilangkan padatan dan bahan biologis yang besar
  9. Air mengalir keluar dari filter sekunder melalui dinding weir dan dipindahkan ke proses disinfeksi. Di proses ini, 85% bahan organik dihilangkan dari air untuk bisa diminum.
Ada 3 cara mendisinfeksi air limbah yaitu melalui klorin, ozon dan ultraviolet (UV) :
  1. Klorin mendisinfeksi air melalui disinfeksi kimia. Misalnya pemutih ditambahkan ke limbah untuk membunuh sisa bakteri dan organisme.
  2. Ozon memiliki oksidan yang kuat dan bisa menyebabkan dinding sel mikroba bocor dan rusaknya sel.
  3. Ultraviolet (UV) untuk mengacak DNA bakteri sehingga mereka tidak dapat berkembang biak di air. Terakhir, air yang telah diolah bisa dilepaskan ke sungai, danau maupun sumber air lainnya.
Terima kasih, semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi kita semua