Monday, June 12, 2023

Judul Penelitian Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiology (Karya Tulis Ilmiah/Skripsi/Tesis)

 



  1. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  2. Upaya Pencegahan kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  3. Analisis Determinan kejadian penyakit tinea pedis pada pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  4. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  5. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  6. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  7. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit tinea pedis pada buruh lepas di desa kota sigli kabupaten pidie tahun 2030
  8. Upaya Pencegahan kejadian penyakit TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  9. Analisis Determinan kejadian penyakit TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  10. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  11. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  12. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit TB Paru pada narapidana di lapas kota kecamatan Makmur jaya tahun 2040
  13. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  14. Upaya Pencegahan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  15. Analisis Determinan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  16. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  17. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  18. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  19. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) pada masyarakat di desa Konoha kabupaten Makmur Jaya tahun 2030
  20. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  21. Upaya Pencegahan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  22. Analisis Determinan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  23. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  24. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  25. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  26. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Rubella pada anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Konoha kabupaten Makmur tahun 2032
  27. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  28. Upaya Pencegahan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  29. Analisis Determinan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  30. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  31. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  32. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  33. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Cacar air (Varicella) pada santri di pesantren modern kecamatan Konoha kabupaten Jaya tahun 2035
  34. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  35. Upaya Pencegahan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  36. Analisis Determinan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  37. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  38. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  39. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada buruh kelapa sawit di kecamatan konohan kabupaten Makmur tahun 2029
  40. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  41. Upaya Pencegahan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  42. Analisis Determinan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  43. Hubungan pengetahuan, sikap dan sosial ekonomi dengan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  44. Hubungan Dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  45. Pengaruh kebijakan Kesehatan dan penyuluhan kesehatan dengan kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030
  46. Faktor-faktor resiko kejadian penyakit campak pada anak usia sekolah di Kecamatan kota Fajar Kabupaten Konoha Tahun 2030







Baca Juga : LAPORAN AKTUALISASI NILAI - NILAI DASAR PNS RADIOLOGI TERAMPIL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT (BAB II) INTERNALISASI NILAI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTERISTIK PNS 

Saturday, June 3, 2023

Keuntungan dan kerugian mikroorganisme dan bakteri yang hidup di air, tanah dan udara

1. Kelebihan dan kekurangan masing-masing mikroorganisme akuatik

Manfaat mikroba dalam air antara lain plankton. Baik fitoplankton maupun zooplankton merupakan makanan utama ikan, sehingga keberadaannya menjadi pertanda suburnya perairan tersebut. Jenis mikroalga misalnya :

Chlorella, Hydrodycation, Pinnularia, Scenedesmus, Tablearia. Ada ketakutan akan hilangnya mikroorganisme air ketika ada mikroba penyebab penyakit di dalam air, seperti: 

Salmonella menyebabkan tifus/parafitosis, Shigella menyebabkan disentri bakteri, Vibrio menyebabkan Vibrio (Vibrio cholerae). Vibrio adalah spesies bakteri yang termasuk dalam kelompok bakteri laut. Gejala yang ditimbulkan oleh bakteri ini antara lain diare yang berlebihan, muntah, dan dehidrasi hingga kejang dan lemas.  



2. Kelebihan dan Kekurangan Semua Mikroorganisme Penghuni Tanah

Tanah merupakan sumber mikroorganisme yang kaya. Sebagian besar mikroorganisme yang ditemukan di sini tidak bersifat patogen bagi manusia. Bakteri patogen yang didapat di dalam tanah yaitu:

Clostridium tetani, Clostridium perfringens, Clostridium botulinum. Keunggulan pertanian adalah kemampuan memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, siklus hara dan peternakan. Nitrat dapat diproduksi dari nitrogen dengan adanya mikroorganisme. Produksi nitrat diinisiasi secara sinergis oleh beberapa genera bakteri

3. Kelebihan dan kekurangan masing-masing mikroorganisme di udara

Secara umum, mikroorganisme udara mencemari mikroorganisme yang mungkin bersifat patogen. Mikroorganisme ini dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok seperti bakteri, virus dan jamur, yang ditemukan di tanah dan disebarkan oleh angin baik dalam bentuk vegetatif maupun spora. 

4. Kerugian bakteri

    a. Basilus

Ini adalah bakteri saprofit yang hidup di tanah, air, udara dan tanaman. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

    b. Streptococcus pyogenes

Ini adalah bakteri aerotolerant yang hidup sebagai saprofit dan parasit pada manusia. Dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas melalui penularan melalui udara.

    c. Staphylococcus aureus

Ini adalah bakteri yang hidup sebagai flora normal pada kulit dan selaput lendir, tetapi juga dapat menjadi patogen yang menyebabkan penyakit pada manusia dan dapat ditularkan melalui udara.

    d. Bordetella pertusis

Ada bakteri yang bisa terbawa udara dan menyebabkan batuk rejan/kolus.

    e. Corynebacterium diphtheria

Ini adalah bakteri patogen yang umum di udara dan dapat menyebabkan difteri.

    f. Pneumonia streptokokus

Ini adalah bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia dan biasanya merupakan infeksi pernapasan lanjut. Sehingga dapat menyebabkan kematian.

    g. Mycobacterium tuberculosis

Merupakan bakteri penyebab tuberkulosis yang dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung melalui udara.

    h. Legionella pneumoniae

Ini adalah bakteri yang biasa ditemukan di air conditioner (AC) dan shower yang dapat menyebar melalui udara. 

    i. Pseudomonas

Ini adalah bakteri yang tersebar luas di tanah, air, tumbuhan dan hewan. Biasanya ditemukan di lingkungan rumah sakit yang lembab dan merupakan flora normal dan saprofit pada manusia. Bakteri dapat menyebabkan penyakit pada manusia ketika sistem kekebalan tubuh melemah. 


Baca Juga : 98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru 


Baca Juga : Alat dan Cara Pengukuran Total Dissolve Solid (TDS) atau kandungan zat padat terlarut dalam air Mengunakan TDS Meter


Baca Juga : Judul Penelitian KTI, Skripsi dan Tesis tentang Covid-19


Baca Juga : PEMERIKSA TDS DAN PH AIR SUMUR GALI


Baca Juga : PRAKTIKUM IDENTIFIKASI LARVA NYAMUK


Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 6


Baca Juga : CONTOH FORMAT PENULISAN PRAKTIKUM

Baca Juga : CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT 

Baca Juga : JUDUL TESIS MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT

Baca Juga : Bagaimana Cara Kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ?

Baca Juga : MIKROBIOLOGI AIR LIMBAH

Wednesday, April 19, 2023

MIKROBIOLOGI AIR LIMBAH

Berikut penjelasan tentang bagaimana apa yang dikatakan mikrobiologi air limbah?

Atikel ini di susun oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Program Diploma Tiga, yang di anggotakan beberapa mahasiswa :

1. NISA ULFITRI (2213451005)

2. DHINUL ISLAMI (2213451001)

3. MUHAMMAD MIRZA ( 2213451003)


Air limbah pada masa industrialisasi saat ini semakin banyak,  karena semakin berkembangnya pabrik-pabrik yang memproduksi produk yang  mengandung zat berbahaya. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan sistem pengolahan yang relatif mudah digunakan untuk industri kecil. . Yaitu penelitian berupa penggunaan  bakteri pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).


Bakteri apakah itu?

Bakteri yang mengolah air limbah salah satunya adalah Rotifera yang  mempunyai warna putih dan berbentuk seperti piala, pada bagian korona atau mulut  yang dilengkapi dengan bulu getar yang bergerak aktif. Diameter mahkota 60-80 mikron, tubuh rotifera terbagi menjadi 3 bagian yaitu. kepala, badan dan kaki/ekor. Dan ada juga bakteri nematoda yang mempunyai bentuk tubuh bulat panjang,   silindris, filariform, tidak bersegmen, dan simetri bilateral. Nematoda (coonggillg)  memiliki rongga tubuh, panjangnya antara 2 mm- 1 meter.

Secara tradisional, mikroorganisme digunakan pada langkah pengolahan kedua untuk menghilangkan bahan organikTergantung pada sistem yang digunakan, mikroba digunakan dalam tangki udara, eritrosit atau kolam (laguna). Ada manfaat menggunakan suplemen bakteri pada tahap ini. Konsentrasi mikroba yang lebih tinggi dapat menghilangkan bahan organik dari udara buangan lebih cepat, terutama di sistem kolam yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Mikroba juga bermanfaat pada tahap lain. Penambahan pada bakteri tahap pertama (primary treatment) bisa dikatakan dapat membantu menghilangkan limbah yang padat di dasar dan juga pada permukaan efluen serta mengurangi pembentukan lumpur. 

Penambahan bakteri juga efektif mengurangi lumpur yang perlu dibuang. Sebagai produk sampingan dari pengolahan air, lumpur harus disaring pada berbagai tahap pengolahan dan diolah sebelum dibuang untuk mengurangi bau lumpur .

Para peneliti Inggris beberapa tahun lalu yang mengevaluasi keberadaan  makhluk bersilia dan perawatan tanaman apa yang mereka lakukan adalah  kualitas efluen. Kualitas seperti dengan mengidentifikasi filamen dan dengan  mengukur dan melacak keberadaan mereka. Seseorang dapat menggunakan  informasi untuk memahami dan mengidentifikasi potensi limbah. Kualitas yang akan  anda lihat misalnya pusaran air dan epis tieless terlihat normal dengan limbah  berkualitas tinggi. Sedangkan yang aneh terlihat lebih sering dalam kualitas yang  lebih rendah. Limbah studi Bahasa Inggris ini telah diperbarui untuk mencerminkan kondisi untuk nitrifikasi dalam pengolahan air limbah tanaman dan apa yang mereka lakukan adalah membandingkan organisme tertentu yang ada ketika nitrifikasi terjadi dan benda apa yang ada saat itu tidak lagi nitrifikasi.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ?

Baca Juga : CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT

Baca Juga : CONTOH FORMAT PENULISAN PRAKTIKUM

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 6

Baca Juga : PRAKTIKUM PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK PADA GENANGGAN AIR BERSIH

Baca Juga : PRAKTIKUM IDENTIFIKASI LARVA NYAMUK

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 1

Baca Juga : PEMERIKSA TDS DAN PH AIR SUMUR GALI

Baca Juga : PEMERIKSAAN TDS DAN pH METER PADA AIR TAMBAK

Baca Juga : Cara menjaga Kesehatan lingkungan di masa pandemic covid-19

Baca Juga : Alat dan Cara Pengukuran Total Dissolve Solid (TDS) atau kandungan zat padat terlarut dalam air Mengunakan TDS Meter

Baca Juga : FORMAT PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN TERBARU (Karya tulis Ilmiah dan Skripsi)

Baca Juga : 98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru

Baca Juga : Contoh Format Penulisan Kata Pengantar Karya Tulis Ilmiah (KTI/SKRIPSI) Terbaru

 



 

Sunday, April 16, 2023

Bagaimana Cara Kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ?

Assalammualaikum Wr. Wb

Berikut penjelasan tentang bagaimana cara kerja instalasi pengolahan air limbah?

Atikel ini di susun oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Program Diploma Tiga, yang di anggotakan yaitu:



Saryulis         : 2213451006

Suci Amalia   : 2213451007

Vera Fitria      : 2213451008  

Dari artikel ini menjelaskan tentang proses pengolahan air limbah menjadi air bersih. Beberapa proses tersebut yaitu : 

  1. Pretreatment, bertujuan untuk menghilangkan outlier di saluran pembuangan dan membuat seluruh campuran sedikit lebih homogen atau sedikit kurang tebal.
  2. Fungsi dari ruang grit yaitu untuk dapat melindungi peralatan mekanis dan juga abrasi akibat dari partikel padat dan keras dan juga dapat mengurangi endapan di dalam pipa.
  3. Clarifier primer, berfungsi dimana partikel akan mengendap menjadi air limbah yang dipompa ke penjernihan air dan dipompa tidak melebihi kecepatan pengendapan partikel.  
  4. Limbah organik yang akan diolah akan mengalir di atas dinding bendungan dan masuk ke ruang bawah tanah.
  5. Basin aerasi, untuk menurunkan kandungan biologis dari limbah, proses ini dimulai dengan aliran limbah bak aerasi ke bak aerasi bagian bawah yang terdapat banyak udara sehingga terciptanya gelembung di udara.
  6. Air dipompa ke dalam tangki bersama lumpur aktif atau bakteri kecil.
  7. Filter bio, filter ini membuang air limbah seperti batu atau plastik dan bakteri akan memakan bahan organik di dalam air.
  8. Limbah dan lumpur dipompa ke filter sekunder (clarifier) ​​dan sebagian lumpur dibuang kembali ke bak aerasi sebagai lumpur aktif. Proses ini yang akan menghilangkan padatan dan bahan biologis yang besar
  9. Air mengalir keluar dari filter sekunder melalui dinding weir dan dipindahkan ke proses disinfeksi. Di proses ini, 85% bahan organik dihilangkan dari air untuk bisa diminum.
Ada 3 cara mendisinfeksi air limbah yaitu melalui klorin, ozon dan ultraviolet (UV) :
  1. Klorin mendisinfeksi air melalui disinfeksi kimia. Misalnya pemutih ditambahkan ke limbah untuk membunuh sisa bakteri dan organisme.
  2. Ozon memiliki oksidan yang kuat dan bisa menyebabkan dinding sel mikroba bocor dan rusaknya sel.
  3. Ultraviolet (UV) untuk mengacak DNA bakteri sehingga mereka tidak dapat berkembang biak di air. Terakhir, air yang telah diolah bisa dilepaskan ke sungai, danau maupun sumber air lainnya.
Terima kasih, semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi kita semua











 






Friday, March 10, 2023

JUDUL TESIS MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT

  Assalammualaikum Wr. Wb

Bagi teman –teman yang ingin melakukan penelitian khususnya Tesis, di sini saya ingin berbagi beberapa judul yang mungkin menarik menurut saudara, untuk dilakukan penelitian,..



  1. Analisis kejadian stunting bagi anak sulung dalam keluarga di kabupaten konoha tahun 2035
  2. Analisi faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie Tahun 2030
  3. Diterminan onset dini penyakit diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit Tengku chik di tiro Kecamatan Kota SIgli Kabupaten Pidie Tahun 2040
  4. Analisi faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pengguna layanan aplikasi hidup sehat di provinsi Konoha tahun 2039
  5. Analisi faktor-faktor yang behubungan dengan peserta asuransi Kesehatan di Provinsi Konoha tahun 2040
  6. Determinan kejadian penyakit periodontal pada siswa menenggah atas (SMA) di Kecamatan Kota Baru Kabupaten Pidie Tahun 2042
  7. Hubungan peran ibu dalam penggunaan handphone (HP) dengan perkembangan kognitif pada anak balita di komplek perumahan ingin jaya kecamatan Banda baru kabupaten aceh selatan tahun 2090
  8. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kedisiplinan dalam menerapkan protocol Kesehatan Coronavirus disease di wilayah kerja rumah sakit umum mufid sigli kabupaten Aceh Besar tahun 2019
  9. Eksplorasi kepercayaan Kesehatan tokoh masyarakat desa yang ada diwilayah kabupaten Aceh Selatan terhadap Coronavirus disease tahun 2020
  10. Perbandingan perekaman electronic medical record antara pengunaan computer dan handphone (HP) di rumah sakit umum kabupaten pidie jaya tahun 2018
  11. Analisis determinan gangguan fungsi kognitif pada lansia di wulayah puskesmas kota maju kabupaten hidup subur tahun 2023
  12. Pengaruh persepsi indeks masa tubuh dan ketidakpuasan citra tubuh terhadap perilaku yang berhubungan dengan berat badan pada mahasiswa perguruan tinggi stikes Kesehatan di provinsi Konoha tahun 2024
  13. Hubungan literasi Kesehatan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus di rumah sakit harapan bunda kabupaten pidie jaya tahun 2025
  14. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Jaya Baru Kabupaten makmur jaya Tahun 2026
  15. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita Diwilayah Kerja Puskesmas Jaga diri Kabupaten Luar bina Tahun 2023
  16. Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Program Stbm Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan Diwilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Sinar emas Tahun 2025
  17. Pengaruh pendekatan Community Mental Health Nurse dan Support Group Therapy terhadap Kepatuhan Kontrol Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pidie Jaya
  18. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko kejadian penyakit dermatitis pada nelayan yang tinggal di bibir pantai kecamatan sama dua Kabupaten Aceh selatan tahun 2030
  19. Faktor-faktro yang berhubungan efektivitas Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dalam Program Promotif dan Preventif di Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Konoha Maru tahun 2030
  20. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada pengungsi rohingya di Kabupaten Pidie provinsi Aceh tahun 2023
  21. Faktor-faktor yang mempengaruhi persentase peserta KB aktif Pasca Persalinan di Kabupaten Konoha maru tahun 2040
  22. hubungan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin dengan kejadian penyakit menular pada pasangan suami istri dikabupaten pidie jaya tahun 2050
  23. hubungan pemeriksaan kesehatan calon pengantin dengan kesehatan reproduksi pasca pernikahan di kabupaten pidie jaya tahun 2030
  24. hubungan antara kualitas air minum dan penggunaan obat dengan terapi hemodialisis di kabupaten pidie Makmur tahun 2031
  25. hubungan tingkat kepatuhan dan durasi terapi hemodialisa dengan perubahan citra tubuh pada pasien hemodialisa di RSUD tgk chik ditiro tahun 2040
  26. faktor-faktor risiko penularan penyakit pada Kamp pengungsi Rohingya di Kawasan padang tiji kabupaten pidie jaya tahun 2031
  27. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Keraguan Vaksinasi Coronavirus Disease Pada Masyarakat Di Perkampungan Dan Perkotaan Kabupaten Konoha Tahun 2029
  28. Kepercayaan, Perilaku Dan Persepsi Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Stbm) Dengan Cakupan Sanitasi Di Kabupaten Konoha   provinsi naggrong aceh darusalam
  29. Analisis Prilaku Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan cara Metode Inspeksi Visual Asetat (Iva)  Pada Penemuan Kasus Di rumah sakit umum kota baru tahun 2029
  30. Analisis Tingkat Kecemasan Lanjut Usia Pada Situasi Pandemi Covid-19 Di Kecamatan suka jaya kabupaten singah sana tahun 2019
  31. Analisis Faktor Instrinsik Dan Ektrinsik Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak usia 2-6 tahun Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan kabupaten Konoha jaya tahun 2027 

 

Baca Juga : 98 Judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terbaru 

Baca Juga : Contoh Format Penulisan Kata Pengantar Karya Tulis Ilmiah (KTI/SKRIPSI) Terbaru

Baca Juga : FORMAT PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN TERBARU (Karya tulis Ilmiah dan Skripsi)

Baca Juga : FORMAT PENGETIKAN PROPOSAL DAN KTI UNTUK AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN

Baca Juga : CARA PENULISAN BAB II TINJAUAN PUSTAKA PADA PENELITIAN KTI/SKRIPSI

Baca Juga : CARA MEMBUAT BAB IV METODOLOGI PENELITIAN DALAM PENYUSUNAN KTI/SKRIPSI YANG BAIK DAN BENAR

Baca Juga : Cara membuat BAB VI Kesimpulan dan Saran dalam penyusunan KTI/SKRIPSI yang baik dan benar

Baca Juga : Analisis Trias Epidemiologi Penyakt Diare (Host, Agent, dan Environment)

Baca Juga : PEMERIKSA TDS DAN PH AIR SUMUR GALI

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 5

Baca Juga : PRAKTIKUM PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK PADA GENANGGAN AIR BERSIH

Baca Juga : CONTOH SOAL UKOM TENAGA SANITARIAN (KESLING) PART 6

Baca Juga : CONTOH FORMAT PENULISAN PRAKTIKUM

Baca Juga : CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT

 

Thursday, March 9, 2023

CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

hy sahabat blog, semoga anda di berikan kesehatan dan rezeki yang melimpah, Pada kali ini saya akan membahas sedikit tentang KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT. untuk lebih lanjut mari kita simak ulasan dibawah ini.....


A. Belakang

Kesehatan merupakan satu hak asasi setiap manusia yaitu setiap orang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Diatur dalam Pasal 28H Amandemen ke – IV Undang-Undang Dasar 1945. Sesuai dengan Pasal 162 UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009, disebutkan bahwa upaya kebersihan lingkungan ditujukan untuk mencapai kualitas lingkungan yang sehat secara fisik, kimia, biologi dan sosial dan membantu setiap orang mencapai tingkat kesehatan tertentu. (Chotijah, Muryati, & Mukyani, 2019). 

Pelayanan medis juga mengancam kebersihan lingkungan karena kegiatan tersebut menghasilkan limbah. Penanganan dan pengelolaan limbah rumah sakit memerlukan kesadaran yang cermat agar limbah yang dihasilkan pengelola rumah sakit tidak mencemari lingkungan. “Pasal 4 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Termasuk Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”: Perencanaan, Pemanfaatan, Pengelolaan, Pemeliharaan, Pengawasan, Penegakan Hukum. Peran pemerintah sebagai otoritas pengawas terhadap pembuangan, penanganan dan pengelolaan limbah yang dihasilkan sesuai dengan isi Pasal 36, Pasal 163, Ayat 1 UU Kesehatan 2009. Pasal 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juga memuat alat untuk mencegah pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup..

Peran serta rumah sakit dalam pelaksanaan kesehatan lingkungan seperti pengelolaan limbah rumah sakit dengan baik dan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan terhindar dari pencemaran lingkungan. (Chotijah et al., 2019).


B.Penilaian Kesehatan

Peraturan Menteri Kesehatan No. 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi dan Persetujuan Rumah Sakit. Ini adalah pengelompokan rumah sakit, yaitu rumah sakit negara, rumah sakit pemerintah daerah, dan rumah sakit swasta, menurut praktiknya. Pada tahun 2020, jumlah rumah sakit di Aceh terdiri dari 69 rumah sakit, yang digunakan pemiliknya di 27 rumah sakit negara, 4 rumah sakit TNI atau Polri dan 38 rumah sakit swasta. Jumlah tempat tidur yang dimiliki seluruh rumah sakit adalah 8.962 (Profil Kesehatan Aceh, 2020). 

Limbah infeksius dan medis umum dari COVID 19 terus bertambah, dan pemerintah menyediakan semua peralatan untuk membuang limbah medis infeksius agar segera dibuang. Pemerintah perlu menyiapkan fasilitas dengan cepat, sehingga akan memberikan dukungan fasilitas dan anggaran baik dari Gugus Tugas COVID-19, pembiayaan daerah dan sumber pembiayaan lainnya, serta swasta. Rumah Sakit perlu mengelola sampah dengan baik dan akurat melalui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan.


C.Kebijakan Pemerintah

1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.: P.56/MenlhkSetjen/2015 tata cara pengelolaan limbah B3 dan persyaratan teknis dari fasilitas kesehatan. Memiliki izin pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan limbah B3, di lokasi mana penyimpanan limbah B3 digunakan sebagai tempat transshipment sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, adalah dua hari setelah timbulan limbah B3 Sistem pendingin dengan suhu di bawah 0°C jika disimpan dengan waktu lebih dari 2 hari karena limbah B3 di hasilkan 

3.

a) Limbah medis yang tergolong infeksius, patologis atau tajam harus disimpan pada suhu di bawah 0°C di TPS hingga 90 hari. 


Sementara itu, limbah B3, bahan kimia kadaluarsa, residu yang tumpah atau dikemas, radiofarmasi, sitotoksisitas, peralatan medis yang kaya logam berat, tabung gas atau bejana tekan dapat disimpan di area penyimpanan limbah B3. Kondisi maksimal adalah sebagai berikut:

a) 90 hari untuk limbah B3 dengan berat 50 kg (50 kg) atau lebih per hari  

b) 180 hari untuk limbah B3 dengan berat kurang dari 50 kg per hari Limbah B3 Kategori 1 karena hingga timbulan sampah.


E. Pilihan Kebijakan Daerah Tentang Perubahan Kebijakan Pengelolaan Limbah B3 di Rumah Sakit Umum Mufid Sigli

1. Keputusan Bupati Pidie Provinsi Aceh Nomor:660/503/Kep.19/2019, Tentang Izin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

2. Keputusan Bupati Pidie Provinsi Aceh Nomor:660/504/Kep.19/2019, Tentang Izin Pembuangan Limbah Cair Ke Badan Air


G. Isu Kerjasama Antara Para Penghasil Limbah B3 Dengan Perusahaan Pengolah Limbah B3

1) Penghasil limbah B3 bekerja sama dengan pengolah limbah B3 yang tidak memiliki izin pengelolaan limbah B3 yang lengkap untuk kegiatan pengolahan limbah B3, dikarenakan penghasil limbah B3 tidak memiliki akses data sipengelolaan limbah B3

2) Penghasil limbah B3 bekerjasama hanya dengan pengangkut limbah B3 saja.

3) Penghasil limbah B3 tidak tahu secara jelas bagaimana status pengolah limbah B3 seperti permasalahan izin dan Kapasitas Insinerator

4) Masih ada penghasil limbah B3 yang belum mengetahui secara jelas prosedur prosedur kerja sama dengan pihak ke tiga terkait masalah manifest










Thursday, October 13, 2022

CONTOH FORMAT PENULISAN PRAKTIKUM

Assalamualaikum wr.wb

Berikut adalah cara penulisan laporan dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan di dalam maupun diluar gedung yang di lakukan oleh mahasiswa/mahasiswi yang terdiri dari; Halaman Depan, BAB I Pendahuluan, BAB II Tinjauan Pustaka, BAB III Hasil dan Pembahasan, BAB IV Kesimpulan dan Saran, Daftar Pustaka, Lampiran dan Dokumentasi ....Lanjut👇  



HALAMAN DEPAN

Cover (berisi judul, nama mahasiswa dan NPM/NIM mahasiswa, nama kelompok, nama kampus) KATA PENGANTAR (berupa pengantar, bisa juga di tambah ucapaan terimakasi kepada yang ikut membantu dalam kegiatan praktikum, atau penelitian)

Daftar Isi

Daftar Tabel (dibuat apabila ada table dalam isi laporan praktikum/penelitian)

Daftar Gambar (dibuat apabila ada gambar dalam isi laporan praktikum/penelitian)

Daftar Singkatan (dibuat apabila ada singkatan dalam isi laporan praktikum/penelitian)


BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang (menjelaskan tentang latar belakang yang menyangkut dengan praktikum/penelitian yang dilakukan, bisa berupa data, Riwayat, latar belakang dari kegiatan yang akan dilakukan)

1.2. Tujuan Penelitian

1.2.1. Tujuan Umum (tujuan umum dari penelitian secara keseluruhan atau umum)

1.2.2. Tujuan Khusus (tujuan per variable atau perkegiatan yang dilakukan, misalkan; a) untuk mengetahui tingkat kepadatan lalat di rumah makan Enak Banget Kecamatan Luarbiasa Kabupaten Konoha. b) Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air pada air minum isi ulang di Desa Iwabe kecamatan Makmurkan Kabupaten Konoha)


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Dalam BAB ini menjelaskan tentang pengertian atau difinisi mengenai apa saja yang akan dilakukan penelitian/praktikum dan yang menjadi ruang lingkup penelitian atau praktikum misalkan Pengertian lalat, cara pemeriksaan lalat, penyakit yang disebabkan oleh lalat, ciri-ciri lalat, cara penanganan lalat, pengertian air minum, cara menangani air keruh, penyakit yang disebabkan oleh air minum yang tidak baik/sehat, permenkes atau pedoman yang dilakukan sebagai acuan untuk menentukan baik atau tidak baik, memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Semua kutipan yang di ambil harus di cantumkan nama dan tahun pengarang/referensi.


BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Gambaran Umum Praktikum / Penelitian

  1. Lokasi Praktikum/penelitian (dimana saja dilakukan praktikum atau penelitian sesuai fakta yang ada)
  2. Waktu Praktikum/penelitian (berisikan hari, tanggal dan tahun dilakukan penelitian dan juga durasi penelitian misalkan selama dua hari, jam dilaksanakan penelitian)
  3. Alat (Menjelaskan alat - alat apa saja yang digunakan Ketika dilakukan praktikum/penelitian dilapangan maupun di ruangan)
  4. Bahan (menjelaskan bahan-bahan apa saja yang digunakan Ketika dilakukan praktikum/penelitian di lapangan maupun di ruangan)
  5. Prosedur Kerja/cara pengunaan alat (menjelaskan bagaimana cara penggunaan alat, atau cara pemeriksaan di lapangan atau di ruangan, dari awal sampai akhir sehinga mendapatkan hasil sesuai pemeriksaan

 3.2. Hasil Praktikum / Penelitian

Hasil bisa dibuat dalam bentuk table dan dinarasikan, bisa dalam bentuk grafik dan diagram dan dinarasikan. Hasil dibuat sesuai jumlah tujuan khusus yang ada,

 3.3. Pembahasan

Pembahasan dalam praktikum/penelitian menjelaskan kondisi sebenarnya dilapangan, kenapa atau bagaimana hasil yang di dapat dan di bahas secara menyeluruh. Dan diberikan solusi dari permasalhan yang di dapat dilapangan. Dibahas sesua tujuan khusus yang ada.


BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan 

Dalam pengambilan kesimpulan tidak boleh terlalu Panjang, langsung pada poin-poin penting sesuai dengan jumlah tujuan khusus yang ada,

4.2. Saran

Memberi saran kepada masyarakat, petugas Kesehatan, pemerintah, atau Lembaga/instansi terkain mengenai permasalahan yang ditemukan dilapangan


DAFTAR PUSTAKA (semua referensi yang di ambil, dan di buat sesuai huruf abjad)

LAMPIRAN (biasanya terdiri dari kueisioner dan ckeklist, data pendukung, surat penelitian/praktikum, dan lain-lain

DOKUMENTASI (bisa berupa foto saat kegiatan dilapangan, dan di lampirkan di dalam laporan praktikum/penelitian


SEKIAN TERIMAKASIH